15 Menit, Perampok Kuras Warnet di Jalan Cengkeh

MALANG – Warnet Bloom di  Jalan Cengkeh, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, Minggu dinihari kemarin disatroni perampok. Pelaku berjumlah tiga orang bersenjata parang dan pisau menjarah uang setoran  serta barang berharga milik 12 pengunjung warnet.
 Bahkan, satu pengunjung warnet yakni Ovan Deny Irawan, 25 tahun, warga Jalan Kedawung mengalami luka di perutnya akibat tergores parang yang dibawa pelaku.
“Saat itu pelaku mengancam dengan menodongkan parang ke perut Bang Ovan (panggilan Ovan Deny Irawan,red). Tapi karena parangnya terlalu  ke dalam, perut Bang Ovan terluka,’’ kata M Al Ayubi Ali Akbar salah satu korban kepada Malang Post di TKP kemarin.
Abi begitu pemuda asal Probolinggo ini dipanggil menambahkan perampokan terjadi dini hari pukul 02.15. Awalnya tiga pelaku mengendarai dua motor yakni Yamaha Vixion dan Honda Beat berhenti di depan warnet. Ketiganya turun, dan sempat bercengkerama di depan samping warnet.
Kedatangan pelaku ini sempat membuat pengunjung warnet yang semuanya saling kenal ini curiga, tiga orang ini hendak mencuri motor. Itu sebabnya, Ovan yang saat itu duduk di komputer meja 11 warnet tersebut sempat meminta Achmad Aditya Suryawan, 20 tahun, operator warnet tersebut mengecek motor yang diparkir di depan warnet. “Malam itu ada enam motor. Kebiasaan di sini, saat malam motor dirantai,’’ tambah Abi.
Belum sempat Aditya keluar, tiga pelaku masuk. Satu orang pelaku langsung mendatangi Ovan. Dengan parang di tangan sambil mengancam akan melukai pelaku meminta dompet dan uang,.
Ovan kaget, dengan kedatangan pelaku. Tapi begitu, dia tidak berani melawan, dan menyerahkan barang-barang berharganya kepada pelaku. Tidak lama kemudian, pelaku yang membawa parang ini meminta temannya yang membawa pisau menjaga Ovan, selanjutnya pelaku mendatangi Aditya di meja operator. Kepada Adit pelaku meminta uang. Di waktu bersamaan, pelaku lain berperan untuk menutup pintu lipat warnet dan menjaga di depan pintu.
“Ada tiga, dua pelaku menggunakan helm dan masker. Sedangkan satu pelaku yang membawa parang hanya menggunakan helm tapi tidak menggunakan masker,’’ kata Ayubi, sembari menjelaskan, ciri-ciri pelaku masing-masing yang membawa parang beraksi menggunakan jaket putih, berkulit putih, dengan tinggi 175 centimeter. Sedangkan dua pelaku lainnya menggunakan jaket berwarna gelap, dengan kulit sawo matang dan tinggi masing-masing 170 centimeter dan 163 centimeter.
Setelah itu, dua pelaku ini meminta Adit dan pengunjung warnet ke belakang. Bahkan, pelaku juga membangunkan pengunjung warnet yang tidur untuk berdiri di belakang dekat tangga.
Di sinilah, pelaku kemudian menjarah dan meminta benda-benda berharga milik para korban. “Karena di dalam dompet bang Ovan ada banyak kartu dan surat penting, dia minta kembali dompetnya, dan menawarkan uang kepada pelaku. Tapi pelaku tersinggung, dan menodongkan pisaunya ke perut Bang Ovan hingga terluka,’’ tambah Abi.
Saat itu para korban ini sempat hendak melakukan perlawanan. Terlebih jumlah mereka lebih banyak. Tapi pertimbangannya adalah Ilham.  Terlebih Ilham  yang saat itu tertidur pulas, ditodong parang oleh pelaku. “Saya sempat berpikir untuk melawan. Tapi kami kawatir, pelaku nekat, dengan melukai Ilham. Itu sebabnya, kami memilih pasrah,’’ kata Paulus Herdy Guntur, 25 tahun, pengunjung warnet.
Guntur mengatakan, jika aksi perampokan ini cukup cepat. Pelaku beraksi tidak lebih dari 15 menit. “Setelah menjarah barang-barang kami, pelaku kemudian kabur,’’ urai pria asal Jalan Arjuna Kota Batu ini.
Saat pelaku keluar, para korban sempat mengikuti dari belakang, dan berteriak minta tolong. Tapi sayang, tidak ada warga yang merespon. Korban juga tidak bisa melakukan pengejaran, karena posisi motor saat itu banyak dirantai.
Lalu barang apa saja yang dibawa kabur pelaku, diantarannya adalah enam unit HP, dua tablet dan uang jutaan rupiah. “Kalau ditotal semuanya kerugian atas kejadian ini Rp 15 jutaan,’’ kata Guntur.
Kasus ini sendiri kemarin langsung dilaporkan para korban ke Polres Malang Kota. Dan pagi kemarin, petugas pun menindak lanjuti dengan melakukan olah TKP, sekaligus meminta keterangan pelapor serta sejumlah saksi.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Haryanto Rantesalu membenarkan adanya peristiwa ini. Kepada Malang Post Hariyanto menyebutkan jika kasus perampokan ini masih dalam penyelidikan. “Masih diselidiki. Semoga cepat tertangkap,’’ tandasnya.(ira/nug)