Nganggur, Milih Jadi Pengecer Togel

MALANG – Didin Widianto, 35 tahun, sejak akhir pekan lalu, harus meringkuk di balik rutan Mapolsek Dampit. Warga Dusun Sonotengah, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji ini, dijebloskan ke dalam penjara karena mengecerkan judi kupon putih. Ia ditangkap sesaat setelah melayani penomboknya.
Dari tangan Didin, yang selama ini juga tinggal di rumah orangtuanya di Desa Gadungsari, Kecamatan Tirtoyudo, diamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 73 ribu, satu bendel kupon putih, bulpoin serta sebuah handphone yang berisi tombokan dan rekapan angka judi togel.
“Semua barang bukti tersebut kami amankan bersamaan dengan penangkapannya. Barang buktinya kami temukan di dalam saku celananya,” ujar Kanitreskrim Polsek Dampit, Ipda Soleh Mashudi.
Menurut mantan Kasubag Humas Polres Malang ini, penangkapan Didin berawal dari petugas yang melakukan patroli di Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit. Ketika patroli tersebut, petugas mendapat laporan dari warga sekitar kalau di wilayahnya masih marak dengan judi kupon putih.
Berangkat dari keluhan masyarakat tersebut, polisi lalu melakukan penyelidikan selama beberapa hari. Begitu diketahui bahwa Didin telah mengedarkan judi kupon putih, petugas langsung menangkapnya.
Awalnya, saat hendak ditangkap Didin sempat mengelak tuduhan menjadi pengecer judi. Namun setelah digeledah dan ditemukan barang bukti, tersangka tidak bisa lagi mengelaknya.
“Pengakuannya dia baru dua bulan ini menjadi pengecer judi kupon putih. Itu dilakukannya karena selama ini tidak mendapat pekerjaan. Hasil tombokan judi tersebut, dikatakannya disetorkan kepada seorang pengepul asal Kecamatan Turen,” jelas Soleh, sembari mengatakan tersangka dijerat pasal 303 KUHP tentang perjudian.(agp/aim)