Buru Tersangka ke Luar Kota

MALANG - Polres Malang Kota mengerahkan tak kurang dari 20 anggota untuk mengejar empat mahasiswa, tersangka pembunuh mahasiswa asal Flores Fidelis Honto (20 tahun). Tewasnya mahasiswa IKIP Budi Utomo itu, begitu diseriusi oleh kepolisian. Hal itu ditegaskan Kapolres Malang Kota, AKBP Singgamata, SIK, kemarin.
Sebelumnya, dilaporkan, terdapat enam pelaku yang terlibat dalam kasus pengeroyokan dan penusukan mahasiswa Fakultas Ilmu Eksakta dan Keolahragaan tersebut. Dua dari enam pelaku telah diamankan oleh Kapolresta dan diminati keterangan lanjut. Dari situlah terkuak identitas empat pelaku lainnya yang saat ini masih dalam proses pengejaran.
“Saat ini proses pengejaran empat pelaku masih belum membuahkan hasil. Hari ini telah kami lakukan pencarian ke dalam kota dan di luar kota Malang juga,” ungkap Singgamata saat dihubungi, Selasa (17/11/15).
Ia menjelaskan, kuat juga dugaan bahwa empat pelaku ini telah lari ke luar kota. Namun, Singgamata enggan memberikan keterangan ke arah luar kota mana yang dimaksud.
Empat pelaku ini berasal dari kampus yang berbeda dan identitasnya masih dirahasiakan. Singgamata berujar kembali, selain mengorek informasi dari dua pelaku yang telah tertangkap (Risto dan Nando, Red), telah juga dilakukan upaya pengumpulan data lebih intensif ke beberapa teman dekat korban agar pencarian makin menuju titik terang.
“Polresta telah mengerahkan tim lapangan yang terdiri dari 20 anggota kepolisian untuk mengusut dan melakukan pengejaran khusus bagi ke-4 pelaku yang masih buron tersebut,” tegas Singgamata.
Ia menambahkan, tim lapangan tersebut akan difokuskan dalam pengejaran di dalam dan luar kota yang telah disebutkan sebelumnya. Karena kuat dugaan empat pelaku tersebut sudah tidak berada di dalam Kota Malang.
Dalam rilis yang digelar beberapa hari yang lalu, Singgamata menghimbau kasus ini akan menjadi yang terakhir di Kota Malang. Ke depannya, warga pendatang harus mentaati aturan yang ada untuk bersama menciptakan suasana aman bagi masyarakat Kota Malang.
Tindakan tegas bagi pelaku pengeroyokan atau kerusuhan juga tidak tanggung-tanggung. Hukumannya berdasarkan Pasal 170 ayat 3, tentang pemukulan bersama-sama hingga menyebabkan korban meninggal dengan ancaman hukuman  adalah 15 tahun penjara.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Polresta Malang akan terus melakukan pengejaran empat pelaku dan menyerukan kepada mereka agar cepat menyerahkan diri. Jika tidak Surat Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk empat pelaku tersebut akan dikeluarkan. (ica/ary)