Sopir Panggilan Nyambi Jadi Kurir Narkoba

MALANG – Pemberantasan penyalahgunaan narkoba di Kota Malang terus dilakukan di wilayah hukum Kota Malang.  Dua tersangka yang diduga sebagai pengedar dan kurir narkotika jenis shabu, akhir bulan lalu ditangkap aparat kepolisian Malang Kota. Keduanya, NEK (31 tahun) dan BK (29 tahun).
Keduanya ditangkap di kediaman NEK di Jalan Bekti, Arjosari, Kota Malang yang bekerja sebagai sopir panggilan. Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat, AKP Nunung Anggraeni, menjelaskan kedua tersangka ditangkap, usai mengantarkan paket kiriman narkoba ke Bondowoso dan Sidoarjo. Dari tangan keduanya, ditemukan narkotika jenis sabu seberat 30 gram yang diperolehnya dari Banyuwangi.
Kuat dugaan paket Shabu tersebut didapatkan keduanya dari seseorang yang kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dan dalam pengejaran Kepolisian.  Selain mengamankan dua pelaku, petugas pun juga berhasil menyita 16 gram sabu-sabu sisa pengiriman.
“Mereka berdua telah mengirimkan paket shabu seberat 3 gram ke Bondowoso sebelum berada di Kota Malang. Sempat juga dipakai sendiri oleh  kedua tersangka sebagai doping saat perjalanan melakukan pengiriman. Saat itu, kedua tersangka ini belum sempat melakukan transaksi jual beli,” papar Nunung, Selasa (17/11/15) di  Mapolresta Malang Kota kemarin.
NEK dan BK mengaku mengedarkan sabu seberat 30 gram ke tiga wilayah di Jawa Timur yakni, Bondowoso, Sidoarjo dan Malang. Pelaku mengedarkan narkoba dengan menggunakan sistem ranjau. Sistem ranjau merupakan pengedaran dimana pengedar hanya mengirim barang sedangkan uangnya ditranfer langsung ke bandar yang saat ini masih DPO.
NEK sebelumnya pernah terkena kasus yang sama di tahun 2011 dengan masa hukuman 4 tahun 6 bulan. Sementara BK, merupakan orang yang diajak untuk ikut membantu dalam perjalanan dan dijanjikan uang sebesar Rp 250 ribu. NEK belum memberikan uang yang dijanjikan meski mereka telah mengantar ke dua tempat yakni, Bondowoso dan Sidoarjo.
“Rencananya sabu-sabu itu akan dijual Rp 1,2 juta per gram oleh kedua tersangka. Namun sayangnya sebelum mendapatkan keuntungan mereka keburu ditangkap satreskoba Polres Malang Kot,” terangnya. (ica/aim)