Dua Jambret Keok Lawan Nenek-Nenek

MALANG – Niat menjambret nenek-nenek, malah berbuah babak belur bagi dua jambret senior ini. Tak mendapat harta, pelaku Suparno, 45 tahun, Warga Jalan Klayatan Gg III, Sukun, malah harus dilarikan ke RSSA Malang. Ia mengalami luka serius di bagian kepalanya. Sedangkan satu pelaku lagi Sudjono, 48 tahun, warga Jalan Sonosari, Kebonagung Kecamatan Pakisaji, juga menderita luka.
Tak hanya terluka, motor mereka juga dibakar massa yang marah. Kemarahan warga Jalan Kesumba V, Kelurahan Jatimulyo, terhadap dua pelaku jambret ini dipicu perlawanan seorang nenek. Dengan beringas, warga menghajar dua pelaku, hingga keduanya babak belur dan tak berdaya.
Jika Suparno masuk rumah sakit. Maka Sudjono mengalami luka di bagian tangan dan luka lebam di wajahnya. Pria yang bekerja serabutan ini, oleh petugas langsung digelandang ke Mapolsekta Lowokwaru, untuk dimintai keterangan.
Aksi massa ini tidak hanya menghakimi kedua pelaku. Tapi warga yang murka juga membakar motor Honda Vario milik pelaku. Api meluluh lantakkan seluruh bodi motor. Bahkan, plat nomor kendaraan warna hitam inipun hangus terbakar. Satu-satunya identitas motor adalah nomor rangka, yakni MH1JFU112FK195673.
“Motor yang terbakar adalah motor Honda Vario. Kami jadikan barang bukti. Termasuk dua pelakunya sudah kami amankan. Tapi karena salah satunya mengalami luka serius, dia dibawa ke RSSA untuk menjalani perawatan,’’ terang Kapolsekta Lowokwaru Kompol Supriyono.
Kapolsek juga mengatakan, pihaknya melakukan pengembangan terkait kjasus jambret ini. Pengembangan dilakukan karena ada dugaan pelaku juga beraksi di tempat lain. Terlebih, di tas kecil yang diamankan petugas dari pelaku ditemukan identitas bukan nama tersangka.
“Sekarang kami kembangkan, anggota masih mengorek keterangan dari pelaku,’’ imbuh perwira dengan satu melati di pundak ini.
Diperoleh informasi, aksi jambret ini terjadi pukul 11.30. Pelaku yang mengendarai motor Honda Vario berjalan-jalan mencari sasaran. Saat itu, Suparno yang mengemudikan motor membelokkan motornya di Jalan Kesumba V, Kelurahan Jatimulyo.
Saat itulah, pelaku melihat, Wasti, 70 tahun, warga setempat duduk di ujung gang. “Pelaku sempat melintas dan melihat korban duduk. Kemudian pelaku balik arah saat melihat di leher korban menggunakan kalung,’’ kesaksian salah satu warga.
Setelah motor berhenti, Sudjono yang berperan sebagai eksekutor turun. Kepada korban, Sudjono berpura-pura tanya alamat, sambil melihat situasi. Begitu yakin kondisi aman, dengan cepat Sudjono menarik kalung yang digunakan korban.
Menjadi korban jambret, Wasti pun berontak. Dengan lantang, Wasti berteriak minta tolong. Mendengar teriakan Wasti, warga pun keluar. Mereka mengejar pelaku yang sempat kabur ke arah utara.
Apes, diduga tidak tahu medan jalan, motor yang dikemudikan Suparno oleng dan jatuh, tepat di depan kantor Kelurahan Jatimulyo . Lebih apes, Suparno tertindih bodi motor. Sehingga warga yang marah pun berlaku beringas, selanjutnya menghajar Suparno. Warga juga langsung membakar motor pelaku.
Sedangkan Sudjono yang membawa kalung, memilih kabur. Dia juga berhasil ditangkap warga tidak jauh dari TKP.
Sementara itu kepada petugas, Sudjono mengaku dia baru sekali ini menjambret. Bahkan, bapak dua anak ini mengaku aksi tersebut tanpa disengaja. “Saya khilaf,’’ aku Sudjono dengan wajah tertunduk.
Menurut Sudjono, awalnya dia dan Suparno hendak membeli pakan burung di Malang. Tapi entahlah, di perjalanan, tiba-tiba ada kepikiran untuk menjambret. Sehingga niat membeli pakan burung pun berubah untuk mencari sasaran jambret.
“Tadi saya dijemput Suparno di rumah pukul 10.00, kemudian jalan-jalan cari pakan burung. Saya khilaf, benar saya khilaf, saya kapok tidak lagi melakukan perbuatan kriminal lagi,’’ janji Sudjono.(ira/ary)