Ringkus Dua Pengedar Pil Double L

MALANG –  Dua pengedar pil double L berhasil diungkap anggota Satreskoba Polres Malang Kota yang sejak 9 November gencar lalu melakukan Operasi Sakau di wilayah hokum Kota Malang.
Mereka berdua adalah  Akram Gilang Firmansyah, 18 tahun, dan kos di Jalan LA Sucipto dan Khoirul Anam alias Bonot, 26 tahun, warga Dusun Krajan RT.03 RW.01 Desa  Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Keduanya ditangkap petugas Selasa (17/11) lalu dan dari tangan keduanya petugas mengamankan barang bukti 119450 butir pil double L, satu  plastik berisi ganja kering berat 6,16 gram, dua unit ponsel dan uang Rp 40 ribu.
Sumber Malang Post menyebutkan, dua Akram dan Bonot ditangkap petugas saat menggelar operasi Sakau. Saat ini keduanya masih menjalani penyidikan. “Tersangka masih dimintai keterangan terkait asal muasal barang tersebut. Semoga keduanya kooperatif, sehingga kita dapat menangkap jaringan yang lebih besar lagi,’’ katanya.
Ditambahkan bahwa kali pertama ditangkap adalah Akram. Dia ditangkap di tempat kosnya Jalan LA Sucipto pukul 16.00. Awalnya, sumber ini mengatakan, petugas mendapat informasi  dari warga. Dalam informasi tersebut, menyebutkan Akram sebagai pengedar pil double L dan baru saja mendapat pasokan barang.
Informasi tersebut oleh petugas langsung ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Petugas tidak sekadar melakukan pengawasan di depan rumah kos Akram, tapi juga meminta keterangan kepada warga sekitar.
Dari hasil penyelidikan tersebut, petugas pun akhirnya yakin, jika Akram adalah pengedar. Sore itu juga, petugas menggerebek tempat kos Akram.
Saat digerebek, Akram sempat mengelak. Tapi begitu, Akram tak berkutik saat petugas menemukan barang bukti 450 butir pil double L. “Saat melakukan penggeledahan, selain pil double L juga ditemukan ganja, dan uang Rp 40 ribu yang diduga merupakan hasil penjualan pil Double L,’’ katanya.
Saat dimintai keterangan, Akram cukup kooperatif. Kepada petugas dia mengaku pil double L tersebut dibelinya dari Khoirul Anam alias Bonot. Tanpa pikir panjang, petugas memburu Bonot. Menggunakan Akram petugas mengundang Bonot ke rumah kos Akram.
Bonot yang tidak curiga, pun datang. Dia membawa 119.000 pil double L yang diminta Akram. Mendapatkan barang bukti, petugas langsung meringkus Bonot. Saat ditangkap, Bonot pun menyerah. Dia juga pasrah saat petugas menggelendengnya ke Mapolres Malang Kota.
Terpisak Kasatreskoba Polres Malang Kota AKP Imam Mustaji membenarkan hasil ungkap tersebut. “Sekarang masih dilakukan pengembangan. Saat ini anggota semuanya masih di lapangan,’’ paparnya.
, ya doakan dapat tangkapan yang lebih besar lagi,’’ kata Imam. Dia juga menyebutkan, selama
 “Nanti akan dirilis semuanya setelah Operasi Sakau 2015,’’ katanya sambil menyebutkan Operasi Sakau ini berakhir 20 November 2015.(ira)