Lintasan Kereta Api Tanpa Palang, Kembali Makan Korban

MALANG - Perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Jalan Raya Kuncoro, Kecamatan Sumberpucung, kembali memakan korban jiwa Kamis pagi kemarin. Seorang pengendara motor tewas seketika dan satu lainnya mengalami luka-luka, setelah dihantam KA Malabar jurusan Bandung - Malang.
Korban meninggal dunia adalah Everson Yakobus, 43 tahun, warga Jalan Stadion Utara, Kecamatan Turen. Ia tewas di TKP dengan luka serius di sekujur tubuhnya, terutama kepala. Sedangkan korban luka adalah Abdul Rojak, 44 tahun, warga Jalan Pesantren, Kelurahan/Kecamatan Turen. Ia mengalami luka di tubuhnya dan dirawat di RSUD Kanjuruhan Kepanjen.
"Korban yang meninggal dunia langsung dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang, untuk dimintakan visum," ujar Kanitreskrim Polsek Sumberpucung, Aiptu Nurrohman.
Kecelakaan maut tersebut, terjadi sekitar pukul 09.00. Saat itu kedua korban berboncengan sepeda motor Yamaha nopol N 3613 AAE. Keduanya melintasi rel KA tanpa melihat kanan kiri, hendak menyeberang rel kereta api menuju Desa Jatiguwi, Sumberpucung.
"Tadi ada warga yang sudah meneriakinya kalau ada kereta api yang mau melintas. Namun mereka tetap saja melintas hingga langsung ketabrak," ujar Ivan Cahyono, petugas loket Stasiun Ngebruk, Sumberpucung.
Saking kerasnya benturan, membuat tubuh kedua korban terpental beberapa meter. Motor yang dikendarai kedua korban ringsek dan terpental beberapa meter. Everson langsung meninggal dunia, sedangkan Abdul Rojak mengalami luka-luka.
Masinis KA Malabar, Saiful Bukhori dan Ponco Ari Febrianto, sempat menghentikan kereta api begitu mengetahui ada yang tertabrak. Selanjutnya kereta kembali melanjutkan perjalanan ke Malang.
Kecelakaan kereta api itupun, kemarin langsung ditangani petugas Polsek Sumberpucung. Kasus kecelakaan di lokasi tersebut, sering kali terjadi. Namun tetap saja tidak ada palang pintunya. Dan yang sering menjadi korban kecelakaan adalah pengendara motor.(agp/aim)