12 Hari,Ungkap 27 Kasus Narkoba

MALANG – Anggota Satreskoba Polres Malang Kota betul-betul menunjukkan taringnya. Saat Operasi Sakauw Semeru 2015 yang digelar selama 12 hari petugas berhasil mengungkap 27 kasus peredaran narkoba. Dari jumlah tersebut, petugas berhasil mengamankan 29 tersangka.  Empat dari 29 tersangka ini, masih berstatus mahasiswa, yakni dua mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan dua mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta.
Wakapolres Malang Kota Kompol Dewa Putu Eka Darmawan kemarin menjelaskan bahwa empat mahasiswa ini terciduk petugas tidak bersama-sama. Mereka diantarannya sebagai pengguna, kurir dan pengedar barang haram tersebut.  
‘’Dari 29 tersangka ini, petugas juga mengamankan barang bukti ganja seberat 718.13 gram, sabu-sabu 162.91 gram dan pil double L  172.460 butir, puluhan unit ponsel, buku rekening, dan puluhan timbangan digital,’’ paparnya.
Ditambahkan bahwa  jumlah kasus narkoba yang terungkap jauh di atas dari yang ditargetkan. Dia menyebutkan target dalam Operasi Sakauw Semeru 2015 adalah tiga jaringan pelaku narkoba. “Target dalam operasi ini ada tiga jaringan, dengan jumlah tersangka 10 orang. Sedangkan di luar target tadi, kita berhasil mengamankan  19 tersangka. Total jumlah tersangka 29,’’ katanya.
Namun begitu, dari total 17 jaringan yang terungkap, pihaknya baru berhasil mengamankan pengedarnya saja. Sedangkan untuk bandar atau pemasok narkoba tidak tertangka. Menurut Dewa, kesulitan petugas mengungkap bandar peredaran narkoba, karena para pelaku menggunakan sistem rantai terputus.
Dalam pemeriksaaan yang diberikan, para pelaku peredaran narkoba cenderung memilih bungkam soal asal muasal barang haram tersebut, dan tidak mengenal para pemasoknya. “Ini kesulitan kami. Tapi terus terang kami tidak berhenti, dari 17 jaringan yang sudah terungkap ini terus kami kembangkan,’’ katanya.
Wakapolres juga menyebutkan Malang merupakan pasar empuk para pelaku peredaran narkoba. Itu dibuktikan, dengan banyaknya pelaku yang ditangkap. Menurutnya, dari 29 pelaku, masing-masing berperan sebagai pengguna, kurir dan pengedar. Para pelaku ini mengedarkan narkoba ke seluruh segmen masyarakat, bahkan juga di sekolah-sekolah dan kampus-kampus.
 Oleh karena itu, dalam rilis kemarin perwira dengan satu melati di pundak ini menghimbau kepada masyarakat untuk menjauhi narkoba. “Narkoba merupakan sarana untuk menghancurkan generasi muda. Itu sebabnya, kepada masyarakat yang mendengar informasi tentang peredaran narkoba, langsung hubungi kami atau anggota polisi. Mari kita bersama-sama untuk menyelamatkan generasi muda,’’ katanya.(ira/nug)