Pasutri Giripurno Edarkan Sabu

Keempat budak narkotika, dua diantaranya adalah sepasang suami istri.

MALANG - Sepasang suami istri (Pasutri) asal Dusun Sabrangbendo, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu Kamis (19/11) lalu diringkus petugas Satreskoba Polres Malang. Mereka ditangkap karena mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu (SS). Pasutri ini adalah Poniti Ningsih, 49 tahun dan suaminya Khoirul Anwar, 49 tahun.
Mereka berdua ditangkap secara terpisah. Poniti dibekuk di Jalan Raya Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso. Saat itu, Poniti sedang mengantarkan barang haram SS kepada seseorang. Sedangkan suaminya, Khoirul dibekuk di Jalan Raya Karanglo.
"Sebetulnya saya tidak mengedarkan. Tetapi karena ada pesanan teman, saya terpaksa membelikan SS seharga Rp 200 ribu. Itupun uangnya meminjam dulu kepada suami," ujar Poniti.
Setelah sepoket SS sudah dibeli dari Zaki, warga Kota Batu, Poniti lalu mengantarkan barang haram tersebut kepada seseorang. Ia meminta suaminya, Khoirul untuk mengantarkannya, dengan berboncengan motor.
"Saya mau membelikan SS itu, karena dijanjikan akan diberi uang Rp 100 ribu. Suami terlibat karena uang untuk membeli SS menggunakan uangnya, dan saya minta tolong mengantarkan mengantarkan SS," terang Poniti, penjual kopi di Pasar Batu sembari mengatakan kalau dirinya hanya sekadar pemakai.
Selain mereka berdua, dalam waktu yang hampir bersamaan, Satreskoba Polres Malang juga menangkap seorang ibu. Yaitu Dwi Harini, 46 tahun, warga Desa/Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Serta seorang temannya, Sulisdiono alias Mbah Lis, 49 tahun, warga Desa Argotirto, Sumawe.
Kali pertama yang ditangkap adalah Mbah Lis. Ia ditangkap di sekitar Jalan Raya Krebet saat hendak menyerahkan SS kepada seseorang. Kemudian berkembang kepada Dwi Harini.
"Saya hanya dimintai tolong oleh Wiwid, untuk mengambilkan SS milik suami. Dan yang diminta untuk mengantarkan barang adalah Mbah Lis. Sabu itu adalah milik suami, karena suami saya pemakai berat," papar Dwi Harini.
Kasatreskoba Polres Malang, AKP Samsul Hidayat mengatakan, penangkapan para pelaku ini berangkat dari informasi masyarakat. Warga mengatakan bahwa keempat tersangka yang kami amankan, diketahui kerap memakai dan mengedarkan sabu-sabu.
"Mereka kami jerat dengan pasal 114 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, ancaman hukumannya minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun kurungan penjara," jelas Samsul Hidayat.(agp/feb)