Lompat Pagar Rumah, Setubuhi Korban

Tersangka Dendy Wahyu Harisma, ketika diperiksa penyidik UPPA Polres Malang.

MALANG - Penyesalan selalu datang belakangan. Halnya, dengan yang dirasakan Dendy Wahyu Harisma, 24 tahun, warga Perum Pondok Mutiara Asri, Desa Pandanlandung, Kecamatan Wagir. Ia menyesali perbuatannya setelah meringkuk di balik rutan Mapolres Malang, sejak Kamis (19/11) lalu.
Dendy dijebloskan ke dalam tahanan, atas tuduhan perbuatan asusila. Korbannya sebut saja bernama Melati, 14 tahun, pelajar kelas VIII SMP, yang merupakan tetangganya sendiri. Melati disetubuhi sekali di dalam kamar rumahnya.
"Hubungan intim itu, kami lakukan atas dasar suka sama suka. Kalau memang diminta tanggungjawab, saya mau menikahinya," ujar Dendy.
Diperoleh keterangan, hubungan Dendy dengan Melati ini adalah sepasang kekasih. Mereka berdua menjalin asmara sejak bulan Juli. Hubungan terlarang layaknya suami istri,  mereka lakukan pada 5 September lalu.
Saat itu, Dendy dan Melati janjian lewat HP. Mereka janjian bertemu di rumah korban. Dendy diminta naik pagar, kemudian menuju kamar korban yang di lantai dua. Begitu di lantai dua, Melati lalu membukakan jendela kamar.
Setelah berada di dalam kamar, keduanya lantas melakukan hubungan intim. Setelah berhubungan, Dendy lalu buru-buru pulang lewat jalan semula. Persetubuhan tersebut aman, karena tidak ada yang mengetahui.
Namun selang tiga hari kemudian, Dendy berniat mengulang lagi hubungan terlarang tersebut. Tetapi kali ini gagal, karena saat mau memanjat pagar aksinya dipergoki oleh orangtua Melati.
Dari situlah akhirnya orangtua korban yang curiga, lalu bertanya pada Melati. Setelah didesak, Melati mengatakan semuanya. Karena tidak terima dengan perbuatan asusila yang dialami anaknya, orangtua Melati lantas melaporkannya ke Polres Malang.
"Tersangka kami jerat dengan pasal 81 dan 82 Undang-undang perlindungan anak. Ancaman hukumannya di atas lima tahun kurungan penjara," ujar Kanit UPPA Polres Malang, Iptu Sutiyo, SH, Mhum.(agp/feb)