Perang Unikama Meletus Lagi

MALANG -Suasana mencekam terjadi di sekitar Kampus Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) di Jalan S. Supriyadi Kota Malang, kemarin. “Perang “ antar suku kembali meletus, menyebabkan kerusakan di sekitar kampus, sekitar pukul 18.00. Perang itu melibatkan puluhan mahasiswa Unikama, yang diketahui dari suku Ambon dan Sumba Timur, kemarin.
Berdasarkan keterangan beberapa saksi mata, kejadian tersebut dimulai pada saat menjelang Maghrib dan berakhir saat menjelang Isya di sekitar Jl. Supriadi. Konflik dua kelompok itu terbilang menakutkan. Sebab, masing-masing membawa persenjataan. Mulai dari bebatuan besar dan sejumlah senjata tajam, seperti parang dan ada senjata mirip samurai.
Sejumlah kerusakan terjadi di areal kampus. Beberapa ATM di dalam kampus pecah kaca, akibat lemparan batu dari dua kubu. Bahkan, tawuran juga merugikan pedagang Es keliling yang mangkal di kawasan tersebut. Ia terjebak dalam arena pertempuran antar mahasiswa.
Sudarmadji, pedagang es di depan kampus itu mengaku sangat ketakutan pada saat kejadian berlangsung. Kaca gerobaknya pun tak luput terkena imbas dari serangan tersebut,
"Kaca saya sampai pecah. Tadi saya berlindung di bawah sini (gerobak, Red). Tidak sempat menyelamatkan diri masuk ke rumah warga, tiba-tiba sudah ramai saja," akunya.
"Kayak hujan batu tadi di sini, anak-anak itu juga bawa parang," imbuh Sudarmaji.
Sudarmaji sendiri menderita kerugian karena etalase dagangannya pecah. Terkena lemparan batu, namun ia tak tahu dari kubu yang mana.
Satu dua polisi sempat tiba lebih awal untuk meredakan situasi. Namun, dua kelompok tak bisa dikendalikan, malah polisi nyaris jadi korban pemukulan. Tawuran baru sedikit mereda ketika pasukan polisi bersenjata berdatangan. Kontan dua kubu langsung memisahkan diri dari arena.
Namun, sekitar pukul 20.30, ketegangan kembali berlangsung. Tepatnya saat polisi mengamankan barang bukti. Para mahasiswa mencoba melawan ketika hendak diamankan. Para mahasiswa yang hendak diminta keterangan, juga dipaksa rekannya untuk pergi. Tujuannya agar tidak memberikan keterangan apa-apa kepada petugas. Polisi sendiri meminta dua kelompok untuk pulang, sehingga untuk sementara ketegangan dapat dikendalikan.
“Ketegangan ini sudah terjadi sejak Kamis (19/11),” aku salah satu warga.
Kamis, ada dua mahasiswa dikejar banyak mahasiswa lainnya. Diperkirakan, kejadian kemarin malam adalah lanjutan dari hari Kamis.
“Malam ini sama-sama membawa massa dalam jumlah banyak,” imbuh warga tersebut.
Sementara itu, Wakapolres Malang Kota Komisaris Polisi Dewa Putu Eka D. S.Ik., MH mengaku masih belum mengetahui penyebab terjadinya tawuran.
"Yang jelas ada bentrokan antara dua kubu mahasiswa yang sama-sama kuliah di Unikama, dari Ambon sama Sumba Timur," jelas pria berkacamata itu.
Menurut Wakapolres, agar kejadian tersebut tidak terulang, polisi sudah ditempatkan di sekitar kampus. Untuk menjaga kestabilan lingkungan kampus. Kompol Dewa Putu menambahkan sementara kedua belah pihak berhasil diredam emosinya.
Mengenai mahasiswa yang jatuh, korban hingga berita ini diturunkan, belum diketahui. Pasalnya, begitu Polisi datang, dua kubu langsung bubar mengamankan dirinya sendiri.
Catatan Malang Post, tawuran antar suku seperti itu sudah kerap terjadi di Unimaka.
22 Mei hingga 24 Mei 2014 misalnya. Terjadi tawuran melibatkan mahasiswa asal Ambon dan Kalimantan. Bahkan kelompok yang bergesekan juga  bersenjatakan benda tajam dan bambu. Saat itu. para mahasiswa Kalimantan lari sembari bertahan di Jalan Keben (sisi utara kampus).
Terakhir, pada Kamis ((8/10/2015) malam, juga terjadi gesekan antara mahasiswa asal Ambon dan Maumere Nusa Tenggara Timur (NTT). Kejadian itu terjadi saat salah satu kelompok diduga mengganggu ketertiban dengan mabuk-mabukan di depan kampus Unikama. Sementara kelompok lain merasa terganggu. Hingga pecahlah perselisihan antar mahasiswa tersebut.
Sementara itu, sampai berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari pihak Kampus Unikama. Humas Unikama, ketika dihubungi Malang Post belum memberikan respons atas peristiwa tersebut.(mg6/ary)