Kakak Beradik Kompak Jadi Bandar Judi

MALANG - Kakak beradik asal Jalan Gunungsari, Desa Pandanlandung, Kecamatan Wagir ini, kompak. Yaitu Sugianto, 55 tahun dan adiknya Suyono, 42 tahun. Keduanya sama-sama meringkuk di balik rutan Mapolres Malang sejak Minggu dini hari lalu.
Mereka berdua, ditangkap Tim Buser Polres Malang karena tertangkap tangan menggelar perjudian dadu di gudang rumahnya. Barang bukti yang diamankan petugas, seperangkat alat judi dadu serta uang sebesar Rp 495 ribu.
"Sebetulnya ada banyak orang yang bermain dadu. Namun para penomboknya ini, kabur begitu mengetahui kedatangan polisi. Hanya bandar dan pemilik rumah yang kebetulan kakak-beradik yang kami amankan," jelas Kanit Idik IV Reskrim Polres Malang, Iptu Sutiyo SH Mhum.
Menurutnya, penggrebekan judi dadu tersebut, berawal dari informasi masyarakat. Warga melaporkan kalau di dalam gudang rumah Sugianto, ada perjudian dadu. Masyarakat resah, karena merasa bising dengan keramaiannya.
Berangkat dari informasi tersebut, polisi lalu melakukan penyelidikan. Begitu benar adanya perjudian dadu, petugas langsung menggrebek. Dua bersaudara kakak beradik yang sedang menjadi bandar langsung diamankan.
"Mereka berdua ini, kami jerat dengan pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian dengan ancaman hukuman, 5 tahun penjara," ujarnya.
Sementara itu, dalam pemeriksaan Suyono, mengatakan kalau dirinya yang menjadi bandar dadu. Sedangkan kakaknya Sugianto, yang menyediakan tempat. Judi dadu tersebut, tidak setiap hari digelar. Hanya setiap Sabtu malam saja.
"Kami menggelar judi dadu baru dua kali. Itupun hanya dengan teman-teman sekitar kampung saja. Taruhannya tidak besar hanya Rp 2000 sampai Rp 5000, karena sekadar untuk iseng-iseng saja," tutur tersangka Suyono, yang diamini oleh kakaknya Sugianto.(agp/aim)