Pukul WIL Dipenjarakan


MALANG - Demi mempertahankan keutuhan rumah tangganya, seorang ibu asal Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, harus meringkuk di balik rutan Mapolres Malang, sejak awal pekan lalu. Sofia, 40 tahun, ibu tiga anak ini, ditahan atas tuduhan penganiayaan. Ia dilaporkan oleh Awarah, 40 tahun, warga Desa Panggungrejo, Gondanglegi.
Awarah diketahui sebagai wanita idaman lain (WIL), suami tersangka yakni Mulyadi. Akibat tuduhan penganiayaan tersebut, Sofia dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, dengan ancaman kurungan penjara selama 4 tahun.
"Kasus penganiayaannya ditangani oleh Polsek Gondanglegi. Untuk penahanan tersangka, memang dititipkan di Polres Malang," ujar Kanit Idik IV Reskrim Polres Malang, Iptu Sutiyo SH M.Hum.
Informasi yang diperoleh, sejak dua tahun lalu, Sofia bekerja sebagai TKW di Qatar. Sepulang dari bekerja, ia mendapat kabar kalau suaminya telah berselingkuh dengan Awarah. Sofia yang kaget, lalu berusaha mencari kebenarannya.
Akhir pekan lalu, sekitar pukul 18.00, Sofia berusaha menghubungi nomor telepon suaminya, karena seharian tidak pulang. Namun saat dihubungi, telepon selularnya tidak ada respon jawaban.
Akhirnya, Sofia berusaha mencari suaminya ke rumah Awarah. Suaminya, Mulyadi memang tidak ada, tetapi Sofia mendapati kalau HP milik suaminya dibawa Awarah. Ia kemudian meminta HP tersebut, dengan maksud mengambil kartu teleponnya.
Tetapi oleh Awarah tidak diberikan. Sebaliknya Awarah malah berterus terang kalau Mulyadi, selama ini menjalin hubungan dengannya. Sebagai buktinya, Awarah mengambil rambut Mulyadi yang rontok dan dikumpulkan dalam lemari, untuk ditunjukkan pada Sofia.
Karena tersinggung dengan perkataan Awarah, Sofia yang terpancing emosi lalu mengambil potongan bambu kemudian dipukulkan ke Awarah berulang kali. Puas memukuli, Awarah langsung pergi. Sedangkan Awarah lantas melaporkannya ke Polsek Gondanglegi.
"Saya memukul karena terpancing emosi. Sebab, perkatannya sudah membuat saya emosi dan khilaf," kata Sofia.(agp/aim)