Putusan PN Tak Hentikan Penyidikan KSU Montana

MALANG –  Putusan hakim Pengadilan Negeri (PN) Malang Yustiar Nugroho, yang mengabulkan tuntutan pemohon, dan menyatakan penetapan Dewi Maria dan Eko Handoko Widjaja sebagai tersangka oleh penyidik Polres Malang Kota tidak sah, tidak akan menghentikan penyidikan kasus penipuan yang melibatkan KSU Montana. Kasus penipuan dengan pelapor Yohanes Halim, warga Jalan Bareng Tenes, Kecamatan Klojen akan tetap dilanjutkan.
“Hakim boleh mengabulkan praperadilan yang diajukan pemohon. Tapi itu tidak akan menghentikan penyidikan perkara yang kami tangani,’’ kata Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata.
Bahkan, perwira dengan dua melati di pundak ini juga memastikan penyidikan kasus ini tidak mulai dari nol. Sebaliknya, melanjutkan penyidikan yang sudah berjalan.
Sementara itu terkait putusan hakim tersebut, Singgamata memilih bersikap tenang. Alasannya, jika memang putusan hakim tersebut tidak tepat, maka pihaknya pun memiliki kesempatan untuk melakukan perlawanan, dengan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA).
Pria yang ditemui Malang Post disela-sela kegiatan Rapimsus II GM FKPPI Suites Resort & Convention Malang kemarin memilih tidak terburu-buru. Termasuk memberikan statemen di media. Sebaliknya dia memilih menunggu salinan putusan hakim. Karena menurut dia dari salinan tersebut dapat dipelajari isinya, termasuk pertimbangannya. “Karena ini menyangkut hukum, saya tidak mau hanya sekadar katanya. Tapi harus melihat riil fakta putusannya. Barulah bisa bersikap,’’ katanya.
Dia juga menguraikan, PK untuk putusan praperadilan bisa dilakukan. Dan itu diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). “PK bisa diajukan jika ada novum atau bukti baru. Makanya, kami saat ini menunggu. Dan disela menunggu anggota tetap melanjutkan penyidikan,’’ katanya.
Praperadilan wajar dilakukan. Siapapun sambung Kapolresta boleh mengajukan Praperadilan. Tapi begitu, praperadilan yang diajukan harus objektif.
Seperti yang diberitakan koran ini sebelumnya Putusan Hakim Sarpin yang mengabulkan  praperadilan  Komjen Pol Budi Gunawan terhadap KPP, nampaknya menjadi yurisprodensi  Pengadilan Kota Malang, pemeriksa praperadilan yang diajukan Eko Handoko Widjaya. Hakim  Yustiar Nugroho pun, Kamis kemarin mengabulkan tuntutan pihak pemohon dan menyatakan penetapan Dewi Maria dan Eko Handoro sebagai tersangka oleh penyidik Polres Malang Kota, adalah tidak sah.
Akar pengajuan praperadilan itu, berawal laporan Yohanes Halim, warga Jalan Bareng Tenes, Kecamatan Klojen. Dalam laporan tersebut, Halim mengaku telah dirugikan KSU Montana  senilai Rp 39 miliar. Halim  menuding ada penipuan di KSU Montana, sehingga uangnya Rp 39 miliar menjadi tidak jelas.  Lantas, Eko Handoko pun dijadikan terlapordengan alasan  rekening yang dipakai di KSU Montana, tertera atas  nama pensiunan notaris itu. (ira)