Siswa SD Arjowinangun I Hanyut

MALANG – Seorang bocah dikabarkan hanyut di gorong-gorong Jalan Babatan, Kelurahan Arjowinangun, sore kemarin. Korban adalah Habil Nadif Ibrahim, 8 tahun warga setempat. Hingga berita ini diturunkan, tubuh bocah kelas 2, SDN 1 Arjowinangun ini belum ditemukan. Warga bersama anggota Polsekta Kedungkandang dan tim SAR terus melakukan pencarian tubuh anak kedua dari Budi Sulistyono, 43 tahun ini.
Namun begitu, kondisi cuaca yang gelap dan derasnya arus di dalam gorong-gorong tersebut membuat pencarian tubuh bocah mungil tersebut terkendala. “Saat ini proses pencarian masih dilakukan. Kami menelusuri gorong-gorong tempat korban terjatuh,’’ kata Agus Demit anggota Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Malang.
Agus menguraikan, sore kemarin sekitar pukul 15.30 WIB, korban baru saja pulang mengaji. Tapi begitu, meskipun cuaca mendung dan hujan gerimis, Habil tidak mau di rumah. Terbukti, pukul 16.00 di pamit kepada orang tuanya untuk bermain.
30 menit berselang, hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Kedungkandang. Kondisi ini membuat Budi ayah korban kawatir. Itu sebabnya, dia menyuruh anak pertamanya untuk mencari. Sang anak pun menurut. Dalam guyuran hujan, dia mencari Habil.
Tapi begitu, 5 menit berselang anak pertama Budi pulang dengan tergesah-gesah. Hal ini membuat Budi kaget. Tapi lebih kaget, saat sang anak tersebut menyampaikan jika Habil hanyut di gorong-gorong.
Tanpa berpikir panjang, Budi bangkit dari duduknya dan keluar untuk melakukan pencarian. Dia juga meminta tolong warga untuk ikut membantu. “Ada warga yang melihat korban jatuh ke gorong-gorong,’’ kata Agus.
Hingga pukuyl 17.00 tubuh Habil tidak kunjung ditemukan. Warga pun memilih melapor ke Polsekta Kedungkandang, yang kemudian dilanjutkan dengan menghubungi anggota tim SAR. Petang itu juga pencarian kepada korban dilakukan. Bahkan, agar tubuh korban cepat ditemukan, anggota tim SAR juga menutup aliran gorong-gorong. “Kita masih terus berupaya, semoga mala mini bisa ditemukan,’’ tandas Agus.(ira/feb)