Pengeroyokan Anak Polisi, Upayakan Jalur Diversi

MALANG – Tim penyidik Polres Malang Kota belum meminta keterangan kepada Dani Bagus Tya H (13 tahun), sebagai korbannya pengeroyokan. Siswa kelas VII SMPN 19 Malang, ini masih dalam kondisi sakit, kemarin.
“Laporannya sudah kami terima, anggota juga langsung datang ke TKP untuk melakukan penyelidikan, dengan meminta keterangan sejumlah saksi,’’ kata Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata.
Ditemui Malang Post saat memantau aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa asal Maluku di depan kantor DPRD Kota Malang, Singgamata mengatakan, karena yang terlibat dalam kasus ini semuanya masih di bawah umur, maka pihaknya pun berupaya untuk melakukan pendekatan Diversi.
“Diversi ini artinya penyelesaian hukum tidak melalui proses peradilan,’’ ujarnya.
Upaya Diversi tersebut bisa dilakukan jika kedua belah pihak terutama pihak korban setuju. Tapi jika tidak setuju, maka proses peradilan pun lanjut.
Proses Diversi sendiri dikatakan Singgamata, pihaknya hanya sebagai fasilitator. Sebaliknya, penentuannya diserahkan kepada masing-masing pihak yang terlibat. “Saya dengar katanya pihak sekolah akan datang ke Polresta untuk mendamaikan yang terlibat. Kami masih menunggu itu. Tapi sekali lagi, kami hanya fasilitator, bukan yang mendamaikan lho ya,’’ tandasnya.
Sementara itu Anang Tri Hananta, ayah Dani Bagus bersikeras tidak ingin mencabut perkara penganiayaan. Dia tetap ngotot, dua pelaku yang melakukan pengeroyokan terhadap anaknya itu diproses hukum. “Tidak, kami tidak akan mencabut. Hukum harus diterapkan dalam kasus ini, sebagai efek jera kepada para pelaku,’’ tegasnya.(ira/ary)