Hanyut Sekitar 5 Km, Tubuh Habil Ditemukan

EVAKUASI: Anggota Malang Selatan Rescue menemukan tubuh Habil Nadib Ibrahim tertelungkup dengan kondisi tidak bernyawa.

MALANG– Setelah dilakukan pencarian, Habil Nadib Ibrahim, 8 tahun, bocah yang dikabarkan hanyut di gorong-gorong Jalan Babatan, Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Jumat (27/11)0 petang lalu, berhasil ditemukan. Sekitar pukul 09.00 kemarin, tubuh bocah kelas dua, Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Jalan Muharto (bukan siswa SDN 1 Arjowinangun seperti yang diberitakan sebelumnya) ditemukan di Sungai Brantas, Desa Kendalpayak, Bululawang dalam kondisi tidak bernyawa.
Tubuh anak kedua dari pasangan Budi Sulistyono dan Marita Pujiastutik ini, ditemukan dengan posisi terelungkup di atas batu yang ada di tengah sungai. Menurut saksi mata, saat ditemukan, Habil masih menggunakan celana pendek, sedangkan pakaian atasnya telah terlepas. Di tubuh korban juga ditemukan sejumlah luka babras.
Dugaan sementara luka tersebut akibat terbentur batu saat tubuh korban terbawa arus baik di gorong-gorong maupun di aliran Sungai Brantas. Kemarin, jenazah korban langsung dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang. “Tadi jenazah korban sempat dibawa pulang lebih dulu, tapi kemudian oleh petugas Polsekta Kedungkandang disarankan untuk dibawa ke kamar jenazah untuk dilakukan visum,’’ kata Feri Setiawan, paman korban.
Diperoleh informasi, korban kali pertama ditemukan oleh anggota Malang Selatan Rescue (MSR) yang ikut dalam pencarian. Sukamto mengatakan, pagi kemarin anggota MSR melakukan penyisiran Sungai Brantas mulai pukul 07.00. Menggunakan perahu karet, anggota MSR mencari korban. “Kami melakukan penyisiran di sungai Brantas karena aliran air dari gorong-gorong tersebut menuju Sungai Brantas,’’ ungkap Sukamto yang ikut melakukan pencarian sejak mendapat kabar laporan anak hilang.
Selama dua jam pencarian, anggota MSR berhasil menemukan korban. “Jarak ditemukannya korban dengan TKP hanyut sekitar lima kilometer,’’ kata Sukamto.
Temuan itu dilaporkan ke polisi, dan anggota SAR lainnya. Selanjutnya tubuh Habil dievakuasi, untuk dibawa pulang ke rumah duka. Kedatangan Habil dalam kondisi tidak bernyawa inipun disambut isak tangis keluarga korban. Tidak sedikit dari warga yang menitikkan air mata, saat mengetahui Habil meninggal. Terlebih Marita, wanita ini sempat pingsan begitu melihat tubuh anaknya telah terbujur kaku. Dia juga terus menerus menciumi tubuh anaknya.
Sementara Agus Karyono, warga Jalan Puntodewo, Polehan,  paman korban mengaku sangat shok dengan kejadian ini. Dia sama sekali tidak menyangka, jika keponakan yang disayanginya itu meninggal akibat hanyut.
Dia menceritakan, beberapa hari sebelum meninggal Habil terlihat lebih manja. Dia kerap meminta makan dengan lauk ayam. Oleh keluarganya pun dituruti. “Tidak ada firasat apa-apa. Cuma tiga hari sebelum meninggal dia terus menerus minta lauk ayam setiap kali makan. Padahal, sebelum-sebelumnya tidak pernah begitu,’’ kata Agus saat ditemui Malang Post di Kamar Jenazah RSSA Malang.
Agus mengatakan, kesehariannya Habil sangat baik. Dia juga penurut, tidak sekali pun Habil membantah perintah orang tuanya. “Dia itu rajin ibadahnya,’’ tambah Agus dengan mata berkaca-kaca.
Seperti diberitakan sebelumnya seorang bocah dikabarkan hanyut di gorong-gorong Jalan Babatan, Kelurahan Arjowinangung. Korban adalah Habil Nadif Ibrahim, 8 tahun warga setempat. Tubuh bocah ini terbawa arus gorong-gorong (saluran air) setelah terpeleset, saat bermain dengan teman-temannya, Jumat (27/11) lalu. (ira/udi)