Satu Dusun di Ngantang Keracunan Massal


NGANTANG -  Warga satu dusun di Dusun Bendorejo, Desa Sumberagung, Kecamatan Ngantang mengalami keracunan. Sekitar 80 orang warga Dusun Bendorejo di duga mengalami keracunan dari makanan yang dikonsumsi setelah mengikuti tahlilan  di kediaman Ernawati, Dusun Bendorejo, RT 22 RW 5, hari  Kamis (26/11)  lalu.
Warga baru merasakan mual-mual mulai Jumat hingga Sabtu kemarin, mereka yang mual-mual dan muntah dibawa ke rumah sakit terdekat dan juga Puskesmas Ngantang. Bahkan, ada yang sempat kritis dibawa ke RS Paru di Kota Batu. Ada beberapa korban keracunan dari anak-anak. Ada 5 pasien anak-anak yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Paru, Kota Batu Kamar Seruni antara lain, Reyhan Fariz, (4 tahun), Devan Rizam, (5 tahun), Afgan, (4 tahun), Vega Galih Dwi Arista, (8 tahun), Riska, (7 tahun).
“Jumat pagi, sebelum berangkat sekolah pukul 06.30 WIB, Vega mengeluh sakit perut, muntah-muntah, demam tinggi. Akhirnya dilarikan ke Puskesmas Ngantang untuk mengetahui penyakitnya,” kata Li’in, nenek dari Vega Galih Dwi Arista yang tengah di RS Paru, kemarin.
Selain Vega menurutnya, kakak Vega setelah pulang sekolah sampai dirumah, juga mengalami mual, pusing, diare, dan badanya meriang. Akhirnya dibawa ke Puskesmas Ngantang juga. Tak lama kemudian, disusul oleh ibunya, Siti Komariah dengan keluhan yang sama.
“Saya juga heran satu keluarga mengeluh dengan kesakitan yang sama. Setelah sampai di Puskesmas Nagntang, banyak pasien yang juga mengalami hal seperti itu. Saya bertanya-tanya apa penyebabnya,” terang dia.
Informasi yang dihimpun Malang Post menyebutkan bahwa pada Kamis, (26/11) sore, sekitar pukul 17.00 WIB, setiap seminggu sekali di Dusun Semberejo para ibu-ibu mengadakan acara tahlilan rutin. Saat itu giliran  di rumah Ernawati,  yang mengikuti sebanyak 76  jamaah tahlil dari 76  kartu keluarga (KK) se-Dusun Bendorejo.Usai membaca Tahlil, tuan rumah yang punya hajat menyuguhkan soto.  Saat akan pulang, jamaah mendapatkan ketan bubuk untuk dibawa pulang.
Keracunan diduga berasal dari ketan yang diberikan tuan rumah untuk dibawa pulang.
“Ibunya Vega membawa pulang dan dikonsumsi bersama satu keluarga,” katanya saat ditemui Malang Post di Rumah Sakit Paru, Kota Batu.
Dia memperkirakan, bahwa makanan itu sama sekali tidak mencurigakan, baik dari aroma dan tampilannya, seperti makanan ketan bubuk lainnya. Menurutnya, pihak puskesmas mengatakan pasien mengalami keracunan dari makanan yang dikonsumsi. Perempuan berhijab ini, mengetahui bahwa keluarganya mengalami keracunan makanan yang diduga  dari ketan bubuk.
“Terlihat di puskesmas, pasien yang mengalami keracunan makanan sekitar 80 orang lebih baik orang dewasa maupun anak-anak,” paparnya.
Setelah menjalani perawatan di Puskesmas Ngantang, kondisi Vega semakin kritis dan mengalami kejang-kejang. Akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Paru, Kota Batu.“Vega dirujuk di Rumah Sakit Paru pada Sabtu, (28/11) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, lantaran keadaannya kritis. Sedangkan, Yani Putri bersama ibunya masih menjalani perawatan di Puskesmas Ngantang,” akunya.
Ditambahkan dia, setelah dirawat di Rumah Sakit Paru, keadaan Vega sudah mulai membaik, terlihat sudah bisa bicara, tersenyum dan demamnya sudah menurun. Disamping itu, ia juga merasa bahagia, lantaran cucunya sudah dijenguk oleh Ketua TP PKK Kota Batu, Dewanti Rumpoko.
“Tadi (Kemarin, Red), ada kunjugan istri Wali Kota Batu menyempatkan diri untuk melihat kondisi 5 pasien yang mengalami keracunan. Saya sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih banyak, kepada Bu Dewanti Rumpoko yang menanggung semua biaya perawatan disini,” pungkasnya. (mg12/nug)