Bekuk Kurir, Tapi Pemilik Sabu Kabur

KEPANJEN-Bendera perang terhadap pelaku narkoba di Kabupaten Malang terus dikibarkan Satuan Reskoba Polres Malang. Akhir pekan lalu, seorang budak narkoba diamankan. Tersangkanya adalah Tito Ariyanto, 27 tahun, warga Jalan Diponegoro, Desa Codo, Kecamatan Wajak.
Tito diringkus petugas di Jalan Raya Poncokusumo. Saat itu, ia hendak mengantarkan narkoba kepada seorang pembeli. Dari tangannya, polisi mengamankan dua poket sabu-sabu,  timbangan elektrik, sepoket ganja, peralatan hisap serta 15 butir ineks atau ekstasi.
Kasatreskoba Polres Malang, AKP Samsul Hidayat  mengatakan,  penangkapan Tito   berawal dari informasi masyarakat. Warga melaporkan kalau Tito kerap mengedarkan barang haram narkotika. Berangkat dari informasi tersebut, polisi lalu melakukan penyelidikan dan observasi.
“Setelah seminggu kami lakukan penyelidikan, akhirnya yang bersangkutan berhasil kami tangkap saat hendak mengantarkan narkoba,” ujar Samsul Hidayat.
Selanjutnya untuk mengembangkan kasusnya, polisi lantas menggelandang tersangka ke rumahnya. Di dalam rumahnya polisi kembali mendapatkan barang bukti lainnya. Dalam pemeriksaan, Tito mengaku hanya sebagai kurir atau perantara saja. Barang haram yang dimiliki, diakui milik SWT, teman sekaligus tetangganya.
Akhirnya polisi pun menggerebek rumah SWT. Namun sayang yang bersangkutan sudah lebih dulu kabur. Polisi hanya mendapati tiga poket SS, sebungkus ganja dan peralatan hisap di rumah SWT. “Untuk SWT ini, kami tetapkan sebagai DPO. Identitasnya sudah kami kantongi, saat ini anggota masih memburunya,” tuturnya.
Sementara itu, dalam pemeriksaan, Tito mengaku setiap minggunya mendapat komisi dari pengantaran barang tersebut sebesar Rp 1 juta. “Sudah lima bulan ini saya menjadi kurir. Biasanya seminggu, tiga kali mengantarkan. Komisinya saya gunakan untuk tambahan mencukupi kebutuhan keluarga,” jelas bapak satu anak yang kesehariannya berjualan mie ayam di Krebet, Bululawang ini.(agp/van)