Diduga Mabuk, Pengendara Sepeda Tabrak Pembatas Jalan

MALANG – Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan S Parman Kota Malang dinihari kemarin. Sebuah motor Suzuki Satria FU S 6501 ZA menabrak pembatas jalan. Akibatnya, pengemudi dan penumpang motor tersebut tewas di tempat kejadian.
Keduanya Didi Aprilian, 18 tahun, warga Jalan Tuntang I, Kelurahan Bunulrejo, Kota Malang dan Amar Ma’ruf, 21 tahun, warga Perum Saptoraya RT08 RW13, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis.
“Pengemudi motor atas nama Amar Ma’ruf sedangkan yang dibonceng atas nama Didi. Keduanya sama-sama mengalami luka di bagian kepala dan meninggal di tempat kejadian,’’ terang Kanitlaka Polres Malang Kota Ipda Budi Yunaedi kepada Malang Post, kemarin.
Mayat kedua korban dikatakan Junaedi, panggilan Budi Yunaedi, langsung dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang. Sedangkan motor yang kecelakaan diamankan petugas sebagai barang bukti.
Meski dua pengendaranya tewas di tempat kejadian, kondisi motor Suzuki Satria yang dikendarai keduanya tidak sampai rusak parah. Hanya bostep kiri motor bengkong.
Menurut beberapa saksi mata menyebutkan, kecelakaan tersebut berawal saat motor Suzuki Satria FU melaju dari arah utara ke selatan melaju sangat kencang.
“Kondisi jalan sepi, tidak ada kendaraan lain saat motor ini melaju,’’ kata Agus salah satu warga. Tapi entah sebabnya, mendadak laju motor oleng ke kiri, selanjutnya menabrak pembatas jalan. Benturan yang sangat keras membuat tubuh Amar dan Didi terlempar. Bahkan menurut Agus tubuh Didi terlempar hingga tengah jalan.
Kecelakaan ini seketika direspon warga, yang seketika melakukan pertolongan. Namun begitu, melihat kedua korbannya sudah tidak bernyawa, warga memilih untuk menelpon unit laka Polres Malang Kota.
“Begitu mendapat laporan kami langsung datang ke TKP.  Selanjutnya membawa dua korban ini ke kamar jenazah RSSA Malang,’’ kata Junaedi.
Dari keterangan warga, saat ikut menolong korban, mereka mencium aroma minuman keras dari mulut dua korban ini. Tidak diketahui jelas apakah keduanya dalam kondisi mabuk saat mengendarai motor. “Kalau itu kami menunggu hasil visum. Tapi yang jelas baik pengemudi maupun penumpang motor sama-sama tidak menggunakan helm,’’ tambah Junaedi. Petugas juga tidak menemukan SIM pengemudi, maupun STNK motor. (ira/aim)