KPPI Pantau Sidang Gama

MALANG – Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kota Malang siap mengawasi proses persidangan kasus penculikan berakhir dengan perkosaan dengan terdakwa Gama Mulya dan SAN. Bahkan KPPI juga siap hadir dalam setiap persidangan yang digelar.
“Kami kemarin tidak hadir, tapi sidang lanjutan nanti kami akan siap hadir,’’ kata Ketua KPPI Kota Malang Ya’qud Ananda Gudban.
Dihubungi Malang Post, kemarin Nanda begitu Ya’qud Ananda Gudban akrab dipanggil menyebutkan jika selama ini terus mengikuti perkembangan kasus yang menyeret nama dua mahasiswa Universitas Brawijaya tersebut. Terlebih, dalam kasus ini, ada indikasi Gama Mulya melimpahkan seluruh kesalahannya kepada Anin.
“Kami akan ikut mengawasi hingga proses hukum kasus ini tuntas. Kami akan pantau terus, termasuk jalannya persidangan,’’ imbuh Nanda.
Pengawasan yang dilakukan menurutnya tak lain adalah, dalam kasus ini keadilan betul-betul harus ditegakkan. Nanda percaya, jika hakim bisa bertindak adil. Bahkan, dia percaya hakim tidak akan serta merta menerima sangkalan Gama bahwa dirinya tidak memperkosa karena tidak bisa ereksi.
Namun begitu, pihaknya juga tidak mau terlena. Artinya, terus melakukan pengawasan. “Sidang tertutup bukan masalah bagi kami. Mengikuti atau memantau sidang bisa dilakukan di luar ruang persidangan,’’ ujarnya.
Sementara itu Anzarnawan SH penasihat hukum SAN memilih tidak banyak berbicara terkait dengan kasus yang menimpa kliennya. Kepada Malang Post Anzarnawan mengatakan jika semua proses peradilan ini bisa dilihat faktanya saat pembuktian nanti. “Kita nanti akan banyak berbicara saat pembuktian. Kalau dia (Gama) mengelak, silahkan saja. kita buktikan nanti,’’ kata Anzar.
Dia juga mengatakan saat melakukan penculikan berakhir dengan perkosaan, Anin dalam kondisi tertekan. Ketakutannya kepada Gama membuat Anin menuruti perkataan pacarnya itu.
“Sekali lagi kita ketemu saat pembuktian. Kami memiliki bukti yang lengkap,’’ akunya.
Anzar juga tersenyum Gama melalui penasihat hukumnya Gunadi Handoko mengelak tuduhan memperkosa korban karena tidak bisa ereksi.
“Kalau dia tidak memperkosa masak Anin yang memperkosa. Tapi sudahlah nanti kita buktikan saat pembuktian,’’ urainya.
Terkait dengan surat dakwaan sendiri, Anzar mengakui ada beberapa syarat formil yang salah, sehingga perlu dilakukan perlawanan dengan mengajukan eksepsi pada sidang lanjutan mendatang. “Kami masih mempelajari nota dakwaannya, tapi tadi sepintas mendengar ada beberapa kesalahan formil terkait jati diri klien kami, sehingga perlu kiranya mengajukan eksepsi,’’ tandasnya.
Seperti yang diberitakan koran ini sebelumnya proses hukum Gama Mulya, 24 tahun, Warga Perum Asrikaton dan kekasihnya SAN, 20 tahun, warga Junrejo, Batu memasuki babak baru. Kemarin, dua sejoli yang ditangkap anggota Polres Malang Kota karena dilaporkan melakukan penculikan dan pemerkosaan terhadap korbannya WW, 20 tahun, indekos di Jalan Gajayana IC, Kota Malang ini mulai menjalani persidangan. di Pengadilan Negeri (PN) Malang.
Meskipun saling berkaitan, namun keduanya menjalani sidang secara terpisah. Itu karena sejak awal tim penyidik telah menyeplit kasus ini. Sehingga sidang pun digelar terpisah dan digelar secara tertutup. (ira/ary)