Lima Dilepas, Satu Menyerah


MALANG –Satu dari tujuh pengeroyokan terhadap Mohammad Sodiq, 40 tahun, warga Jalan Gadang Gg 21A berhasil diamankan anggota reskrim Polres Malang Kota. Adalah Abdul Kohar, 33 tahun, warga Bumiayu, Kedungkandang, Kota Malang. Pria yang kesehariannya menjual ikan di Pasar Gadang ini diamankan petugas setelah menyerahkan diri  Senin (30/11) malam lalu.
Dijelaskan oleh Wakapolres Malang Kota Kompol Dewa Putu Eka Dharmawan, Kohar datang ke Polres Malang Kota diantar oleh saudaranya. “Tadi malam (Senin) sekitar pukul 22.30 tersangka  datang bersama keluarganya. Dia merupakan salah satu dari tujuh pelaku pengeroyokan,’’ tegas Dewa saat merilis kasus ini kepada wartawan kemarin.
Dewa menguraikan Kohar merupakan pemilik dari mobil Honda CRV B 1193 FJA, yang menjadi sarana para pelaku mendatangi korban yang saat itu sedang duduk di di depan Ruko Fun Zone Game PS 3, area ruko Gadang, Jalan Satsuit Tubun. Dia juga ikut  mengeroyok, dan  membacok korban menggunakan senjata tajam. Bahkan, wajah Kohar juga terekam dalam rekaman CCTV pertokoan Alfamart.
Lalu apa yang menjadi motif pengeroyokan? Dengan cepat Dewa menyebutkan dendam. Kepada wartawan, Dewa menguraikan kasus pengeroyokan yang terjadi Minggu (29/11) pagi lalu merupakan rentetan kasus pengeroyokan yang terjadi Jumat (27/11) siang lalu di Pasar Gadang.
“Sebelumnya ada pengeroyokan hari Jumat, korbannya adalah Fauzan. Dia dikeroyok oleh tiga orang, salah satu pelakunya bernama Rohmat sudah menyerahkan diri. Dan Minggu Kohar dan pelaku lainnya menyerang Sodiq,’’ terang Dewa, yang menyebutkan Sodiq merupakan saudara dari Rohmat.
Memang tidak dijelaskan apa yang membuat Sodiq menjadi sasaran pengeroyokan. Tapi dari sumber Malang Post menyebutkan, jika Sodiq adalah seorang yang ikut mengantarkan Rohmat saat menyerahkan diri ke Polres Malang Kota.
Dalam kasus pengeroyokan hari Minggu, Kohar bisa dikatakan sebagai inisiator. Dialah yang memanggil rekan-rekannya untuk kemudian menyerang korban Sodiq.
“Awalnya tersangka melihat korban duduk di depan area Fun Zone. Kemudian dia menelepon rekan-rekannya. Dan tidak lama kemudian dua mobil datang, dan melakukan penyerangan,’’ imbuh perwira dengan satu melati di pundak ini.
Usai melakukan pembantaian, Kohar dan rekan-rekannya kemudian kabur. Untuk menghilangkan jejak,  kendaraan para pelaku ini berpencar. Mobil Toyota Kijang Innova kabur ke arah Jalan Gadang Gg VI, sedangkan mobil Honda CRV kabur ke arah Jalan Sonokeling, Janti.
Tapi begitu, para pelaku kemudian kabur setelah memarkir mobil. Mereka berpencar. Tidak terkecuali Kohar. Begitu turun dari mobil Honda CRV dia langsung lari naik angkutan. Dia sempat pulang ke rumahnya untuk berganti pakaian.
“Tersangka sempat kabur ke Galis, Bangkalan. Kemudian kemarin (Senin) dia kembali dan malamnya menyerahkan diri,’’ imbuh Dewa.
Dalam keterangan yang disampaikan, Kohar sendiri mengatakan tidak mengenal semua pelaku. Dari tujuh pelaku tersebut, dia hanya mengenal beberapa orang saja.
Salah satu yang dikenalnya adalah H Robi. Robi adalah pemilik mobil Toyota Kijang Innova yang juga digunakan sebagai sarana untuk mendatangi korban di TKP. Robi diakui Kohar sebagai family Fauzan.
Kohar sendiri memutuskan menyerahkan diri karena  dia takut dan merasa bersalah dengan aksi yang sudah dilakukannya. “Kami sangat mengapresiasi langkah tersangka. Kami juga berharap langkah Kohar ini diikuti dengan pelaku lainnya,’’ tambah Dewa.
Bukan itu saja, Dewa kembali menghimbau kepada seluruh keluarga korban baik korban pengeroyokan Jumat lalu maupun korban Minggu lalu untuk bersikap tenang dan tidak terpancing, sekaligus menyerahkan perosesnya kepada kepolisian. “Kami juga mengumpulkan para para tokoh dan keluarga para korban untuk meredam. Kasus ini tidak perlu lagi terjadi,’’ urainya.
Apakah benar akar permasalahan sehingga terjadi pengeroyokan itu akibat rebutan lahan parkir? Wakapolres menggelengkan kepala. Dia mengatakan sampai saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan para saksi.
Sementara itu, selain menunjukkan tersangka Abdul Kohar dalam rilis kemarin juga ditunjukkan barang bukti. Diantaranya adalah HP Samsung diduga milik korban, dua sandal,  tetras untuk membendel uang dari Bank BCA, dan foto  lima senjata tajam yang diamankan. “Sajamnya sudah kami kirim ke Labfor Cabang Polda,’’ tandas Wakapolres Malang Kota.(ira/ary)