Dewan Pembina MCW Diperiksa Mabes Polri


MALANG – Dewan Pembina Malang Corruption Watch (MCW) Luthfi Kurniawan diperiksa tim penyidik Mabes Polri di Polres Malang Kota, kemarin. Dia diperiksa dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen, yang dilaporkan oleh Kompol Risben 5 Oktober 2015 silam. Sekalipun tidak diketahui jelas materi pemeriksaan dan dokumen apa yang dipalsukan, namun Luthfi bertindak proaktif.
Luthfi datang bersama dengan penasihat hukumnya Aris Budi SH, di Polres Malang Kota tempat pemeriksaan dilakukan. Selain Luthfi, kemarin penyidik mabes Polri yang berjumlah lima orang juga memeriksa Hari Kurniawan. Berbeda dengan Luthfi yang diperiksa sebagai Dewan Pembina MCW, Hari Kurniawan diperiksa sebagai individu. “Pak Hari ini merupakan penyandang difable, dia diperiksa sebagai individu,’’ kata Aris Budi SH.
Menurut Aris, pemeriksaan terhadap kliennya dimungkinkan berkaitan dengan permohonan uji materi UU Lalulintas dan UU Kepolisian Juli lalu ke Mahkamah Konstitusi (MK). Saat itu ada lima orang yang menjadi pemohon (principal) uji materi. Masing-masing Luthfi Kurniawan (Dewan Pembina MCW), Alfon Kurnia (YLBHI), Alissa Wahid (putri Presiden keempat RI), Hari Kurniawan (individu) dan Daniel (Ketua  Pemuda Muhammadiyah).
Saat surat permohonan dilayangkan tidak ada masalah. Bahkan tim dari MK juga tidak melihat adanya pemalsuan. Terbukti proses hukum di MK terus berjalan. Meskipun  MK sendiri pada akhirnya menolak atau tidak mengabulkan permohonan uji materi tersebut. Setelah putusan MK keluar, Kompol Risben melaporkan Luthfi Cs ke Mabes Polri.
“Kalau ada pemalsuan itu akan mempengaruhi legal standing harusnya MK tidak menerima. Tapi  faktanya MK meneruskan, meskipun MK sendiri kemudian memutuskan tidak mengabulkan permohonan dari klien kami,’’ kata Aris saat mendampingi Luthfi.
Bukan itu saja, Aris juga mengatakan jika pemalsuan ini berkaitan dengan surat kuasa, dia pun menegaskan bukanlah kasus pidana tapi masuk ke ranah perdata. Itu karena dalam kasus surat kuasa ini tidak ada orang yang dirugikan.
“Kalau itu kaitannya surat kuasa yang dirugikan siapa? Tidak ada kan?, lalu kenapa kasus ini ditangani pidana,’’ urai Aris.
Aris juga mengatakan, dari lima pemohon sudah ada yang diperiksa. Masing-masing Alfon Kurnia (YLBHI) diperiksa di Mabes Polri, Alissa Wahid diperiksa di rumahnya di Ciganjur.
“Sekarang saya dan Hari di periksa di Polres Malang Kota,’’ kata Lutfi.
Dia juga menyebutkan, setelah ini tim Mabes Polri akan memeriksa 18 saksi lainnya. “Kalau pemalsuannya ini yang belum jelas. Dan kami akan mengikuti saja pemeriksaan,’’ kata Luthfi.
Pemeriksaan sendiri kemarin dilakukan mulai pukul 09.30 hingga pukul 11.00, istirahat salat Jumat, pukul 13.00 pemeriksaan dilakukan kembali. Pemeriksaan dilakukan di salah satu ruangan di Satreskrim Polres Malang Kota.
Sementara itu Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata mengaku tidak tahu menahu dengan pemeriksaan  Dewan Pembina MCW. Dia tidak mengelak jika tim penyidik dari Mabes Polri datang dan meminjam salah satu ruangan untuk proses penyidikan. “Mabes Polri yang datang langsung, kalau perkaranya apa silahkan tanya ke penyidik langsung,’’ katanya.(ira/ary)