Sakit Stroke, Malah Bunuh Diri

MALANG – Entah apa yang ada di benak H M Amprin, 55 tahun, warga Jalan Sumbersari, yang memilih mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Amprin yang bekerja sebagai PNS di Kabupaten Malang ini ditemukan tewas menggantung, di tangga rumahnya. Lehernya terjerat kain sarung motif kotak-kotak warna biru. Kasus gantung diri ini direspon anggota Polsekta Lowokwaru. Kemarin, dipimpin Kapolsekta Lowokwaru Kompol Supriyono, petugas melakukan olah TKP.
Tidak sekadar memeriksa tubuh korban, petugas juga meminta keterangan sejumlah saksi termasuk Andjar Munawaroh, 53 tahun, istri Amprin. “Sementara ini masih dilakukan penyelidikan,’’ kata Supriyono.
Supriyono mengatakan, dari hasil olah TKP pihaknya tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan, maupun tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Tapi untuk mamastikan sebab korban meninggal, jenazah Amprin dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang. “Dari hasil otopsi itulah nanti diketahui sebabnya,’’ kata Supriyono.
Informasi yang berhasil dihimpun Malang Post, tewasnya Amprin kali pertama diketahui Andjar Munawaroh, 53 tahun, istri korban. Saat itu sekitar pukul; 12.45, Andjar yang baru pulang kerja sebagai PNS di Kabupaten Malang. Tanpa curiga dia langsung membuka pintu rumahnya, dan masuk setelah mengucapkan salam.
Sampai di ruang tengah Andjar langsung berteriak histeris. Dia shok saat melihat tubuh suaminya telah tergantung. Teriakan Andjar ini didengar penghuni kos yang ada di sebelah rumah korban. Mereka kemudian berdatangan. “Kami melihat tubuh bapak menggantung, dan kami sangat shok,’’ kata salah seorang penghuni kos.
Meskipun begitu, tidak ada satupun yang berani menurunkan. Hingga akhirnya salah satunya melapor ke ketua RT setempat dan dilanjutkan ke Polsekta Lowokwaru. Tewasnya Amprin dengan cara gantung diri ini membuat warga warga setempat juga kaget. Selama ini mereka mengenal Amprin adalah orang yang baik, dan taat beribadah. “Bapaknya ini punya dua anak semuanya sudah bekerja di Pertamina, dia juga punya usaha kos-kosan. Dengan warga juga baik dan supel,’’ kata warga.
Sementara beberapa sumber mengatakan, kuat dugaan Amprin bunuh diri lantaran dirinya sakit. Menurut warga, Amprin stroke sejak lama. Selain itu dia juga mengalami insomnia, alias tidak bisa tidur. “Katanya tidak ada masalah, tapi, dia sakit stroke dan mengalami insomnia, hingga membuat dia stress,’’ tandas warga. (ira/udi)