Pelanggan dari Mahasiswa Hingga Pengusaha


MALANG – Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata berjanji segera  memanggil para pria hidung belang yang menjadi pelanggan AR alias Bagus Artha Pamungkas, 21 tahun, tinggal di Perum Griya Shanta Malang. Mereka dipanggil sebagai saksi untuk penyidikan perkara prostitusi  dengan tersangka  Bagus Artha Pamungkas alias AR.
 “Dalam waktu dekat kami memanggil mereka. Yang pasti kami sudah mengantongi nama dan nomor telepon para pelanggan, tinggal memanggil saja,’’ tegas Singgamata kepada Malang Post kemarin.
Dia berharap  para pelanggan ini proaktif, dan tidak menyulitkan penyidik dalam kasus ini. “Kalau jumlah pastinya saya tidak hafal.Hanya saja,  dalam sehari sesuai pengakuan tersangka ada tiga pelanggan yang datang untuk melakukan kegiatan esek-esek melalui jasanya,’’ urainya.
Mantan Kapolres Lumajang ini menyatakan para pelanggan tersebut  tidak semuanya adalah pelanggan baru, tapi juga pelanggan lama.  Bahkan ada beberapa pelanggan yang menggunakan jasa tersangka ini beberapa kali. 
Dipaparkan bahwa  pelanggan yang datang dari semua kalangan, mulai dari mahasiswa hingga pengusaha. Mereka yang datang ke apartemen tidak hanya menggunakan mobil, tapi juga banyak yang menggunakan motor. “Tersangka ini menunggu di area basement, kemudian mengantarkan pelanggannya ke kamar, dimana wanita yang dipesannya sudah ada di dalamnya,’’ tambah Singgamata. Selanjutnya, Bagus kembali turun, dan menunggu di basement hingga pelanggan tersebut keluar.
Kapolresta berpenampilan ramah ini  mengungkapkan bahwa Bagus merupakan salah satu orang yang berhasil diungkap petugas, terkait bisnis esek-esek ini. Dan dirinya sangat yakin, masih ada ‘’Bagus-Bagus’’ yang lain. Oleh karena dia pun memerintahkan anak buahnya untuk melakukan pengembangan. “Praktik esek-esek ini sangat meresahkan. Oleh karenanya harus dilibas,’’ katanya.
Sementara itu usai digerebek, aktifitas di Apartemen Sukarno Hatta (Suhat) tidak berubah. Banyak orang yang lalu lalang di area apartemen. Mereka juga terlihat keluar masuk di apartemen tersebut.
Tapi begitu, saat Malang Post bertanya soal penggerebekan salah satu kamar di apartemen tersebut, mereka langsung menggelengkan kepala. Termasuk apakah apartemen ini kerap dijadikan sebagai tempat ekseskusi bisnis esek-esek, mereka juga langsung menggelengkan kepala. “Wah tidak tahu, kapan itu?,’’ kata salah seorang penghuni apartemen.
Dia juga mengatakan, di apartemen tersebut tamu bebas keluar masuk. Tidak ada aturan khusus untuk para tamu yang datang. Para penghuni apartemen sendiri memilih cuek dengan para tamu. “Disini kan selain yang menetap juga disewakan, ada yang per bulan ada juga yang harian. Jadi ya begitulah, penghuni pun kadang tidak saling kenal,’’ tandasnya.
Seperti diberitakan Malang Post kemarin,  apartemen Sukarno Hatta sebagai sarana empuk mucikari membuka bisnis esek-esek akhirnya terkuak. Anggota reskrim Polres Malang Kota berhasil membongkar  bisnis esek-esek tersebut, dengan menangkap AR alias Bagus Artha Pamungkas, 21 tahun, tinggal di Perum Griya Santa, Kota Malang. Bagus merupakan mucikari,   yang menggunakan Apartemen Sukarno Hatta sebagai tempat eksekusi.
Dari keterangan yang disampaikan, Bagus membuka bisnis esek-esek ini dengan Sistem all in. Dia tidak hanya menyediakan wanitanya, tapi juga menyediakan tempat untuk eksekusi dan alat kontrasepsi.(ira/nug)