Bisnis Esek-Esek Panji Suroso Dibongkar

BLIMBING – Praktik prostitusi di salah satu rumah di Jalan Simpang Panji Suroso berhasil dibongkar anggota reskrim Polsekta Blimbing. Jumat (6/12) malam lalu, petugas melakukan penggerebekan di rumah yang diduga sebagai tempat bisnis esek-esek tersebut. Dari penggerebekan ini, petugas berhasil mengamankan Rika alias Wilis, 43 tahun, pemilik rumah, yang diuga sebagai mucikari. Petugas juga mengamankan barang bukti uang Rp 500 ribu serta alat kontrasepsi.
Kapolsekta Blimbing Kompol Budi Setyono menjelaskan, praktik prostitusi ini sebetulnya sudah lama diincar petugas. Namun begitu karena yang terlibat dalam bisnis ini sangat licin, baru sekarang berhasil dibongkar.
Dijelaskan oleh Budi, untuk membongkar pihaknya lebih dulu melakukan penyelidikan. Berpura-pura menjadi pelanggan, petugas mendatangi rumah Rika. Transaksi pun dilakukan, dan saat itu Rika menawarkan salah satu PSK berinisial CA, 35 tahun untuk menemani. Saat itu Rika menawarkan CA dengan tarif Rp 500 ribu, dengan tempat eksekusi di salah satu kamar rumahnya.
Namun begitu, meski sudah menyewa CA, petugas tidak bisa langsung melakukan penangkapan terhadap Rika. Alasannya, saat itu CA tidak langsung menemui Rika. Dengan berbagai cara, petugas pun kembali menemui Rika, dan kembali menyewa PSK. Rika pun menyodorkan wanita berinisial C untuk menemani petugas. Sama dengan CA, tarif C juga Rp 500 ribu, dan tempat eksekusinya adalah di rumah.
“Setelah menyewa C ini kemudian tersangka berhasil kami tangkap, itu karena C langsung menemui tersangka dan menyetorkan uang kepadanya,’’ kata Budi.
Saat ditangkap, Rika sendiri tidak mengelak. Dia mengakui perbuatannya, dan memilih untuk ikut saat petugas menggelendangnya ke Polsekta Blimbing. “Tersangka mengaku, jika bisnis esek-esek ini dilakoninya sejak delapan tahun silam. Dalam bisnisnya, dia menyediakan dua pilihan tempat eksekusi yaitu rumahnya atau hotel,’’ tambah Kapolsek.
Untuk tarif para PSK, Budi menyebutkan rata-rata Rp 500 ribu. Tarif tersebut di luar biaya tempat baik hotel maupun rumahnya. “Dari setiap transaksi, tersangka mendapatkan keuntungan Rp 100-200 ribu. Dan setiap hari dia bisa melakukan transaksi hingga 4-5 kali,’’ urai Budi. Dalam bisnis ini, tersangka menyediakan banyak pilihan PSK, bahkan jumlahnya mencapai 35 orang.
Tersangka, sambung Budi juga membuka bisnis di wilayah Sidoarjo. “Dulu kami sempat menggerebek, tapi tidak berhasil menangkapnya. Karena saat itu dia keburu kabur ke wilayah Sidoarjo, untuk menjajakan diri disana. Baru kemarin, kami dapat informasi dia pulang, dan langsung kami gerebek, dan menangkapnya,’’ tutur Budi. Dalam kasus ini, Budi mengatakan Rika dikenakan pasal 506 KUHP. (ira/ary)