Tertangkap Tangan, Residivis Curanmor Babak Belur

Tersangka Ismail alias Mail alias Mat Hari alias Slamet, ketika diinterogasi Kasubag Humas Polres Malang.
 
MALANG – Ismail alias Mail alias Mat Hari alias Slamet, 47 tahun, sejak akhir pekan lalu, harus mendekam di balik terali besi Mapolres Malang. Warga asli Dusun Sentul, Desa Kunir, Lumajang yang selama ini tinggal di Desa lambangsari, Dampit ditahan karena kasus pencurian sepeda motor. Korbannya adalah Moch Ali, warga Jalan Ali Basah Sentot, Desa Gondanglegi Wetan, Keamatan Gondanglegi.
Sebelum diamankan polisi, pria yang sudah tiga kali keluar masuk penjara karena kasus yang sama ini, sempat menjadi bulan-bulanan warga sekitar Desa Gondanglegi Wetan, Gondanglegi. Setelah kondisinya babak belur, bersama dengan barang buktinya tersangka langsung diamankan.
“Saat kejadian, untungnya tersangka cepat diamankan oleh petugas Polsek Gondanglegi yang mendapat laporan. Pasalnya, jika sampai terlambat beberapa menit, mungkin kondisi tersangka sudah lain lagi,” ujar Kasubag Humas Polres Malang, AKP Suprayitno.
Informasi yang diperoleh, aksi pencurian yang dilakukan Ismail ini, terjadi Sabtu petang lalu sekitar pukul 17.30. Sebelum beraksi mencuri, tersangka Ismail berangkat dari rumah kontrakannya di Dampit dengan naik bus. Ia turun di Turen, kemudian transit dengan naik angkot menuju Desa Gondanglegi Wetan.
Sesampai di Desa Gondanglegi Wetan, tersangka tidak langsung melancarkan aksinya. Ia lebih dulu nongkrong di sebuah warung kopi, sembari melihat kondisi sekitar. Begitu lokasi sepi, dan sepeda motor Yamaha Jupiter N 2163 ES milik korban tanpa pengawasan, tersangka lalu mendekatinya.
Selanjutnya, dengan menggunakan kunci T ia merusak kontak motor lalu berusaha membawanya kabur. Belum sempat kabur, aksinya dipergoki oleh Lilik, warga sekitar yang kemudian berusaha menghalangi usaha pelaku kabur. Tetapi karena tenaga pelaku lebih besar dan kuat, motor berhasil dibawa kabur oleh pelaku.
Lilik yang mengetahui pelaku kabur, seketika lantas berteriak maling. Teriakan itu didengar oleh warga yang kemudian melakukan pengejaran dan penghadangan. Hasilnya, sekitar 200 meter dari lokasi kejadian, tersangka Ismail berhasil ditangkap warga yang kemudian dihakimi beramai-ramai.
“Sepeda motor itu, sedianya akan saya pakai sendiri tidak untuk dijual. Saya sudah tiga kali ini keluar masuk penjara, pertama 2010 lalu, kedua pada 2011 dan ketiga sekarang ini,” tutur tersangka Ismail.(agp/aim)