Dikira Tewas, Joko Sempat Bernafas Lagi

MALANG – Joko, 70 tahun, warga Jalan Ngantang, Lowokwaru yang sempat dinyatakan meninggal dunia, sempat bernafas lagi. Sekalipun tidak lama, tapi kondisi Joko ini membuat warga Jalan Tapak Siring, Kelurahan Sanan geger. Mereka berbondong-bondong, mendatangi tempat  pria renta tersebut ditemukan, meski akhirnya meninggal dunia.
Banyak diantarannya langsung berucap istigfar, melihat keajaiban tersebut, dan berdoa agar Joko tetap sehat. Tidak hanya warga, petugas Polsekta Klojen pun demikian. Mereka langsung membawa Joko ke RSSA Malang untuk mendapatkan perawatan.
“Sempat meninggal dunia, kemudian hidup lagi. Tapi kemudian meninggal lagi saat menjalani perawatan di RSSA Malang,’’ kata Kapolsekta Klojen Kompol Teguh Priyo Wasono.
Diperoleh informasi, siang itu sekitar pukul 12.00, salah seorang warga menemukan Joko tergeletak di Jalan Tapak Siring. Di depan rumah nomor 25, Joko ditemukan dengan posisi terlentang. Warga kaget, apalagi saat itu Joko tidak merespon meskipun ada warga yang mencoba membangunkan. Sehingga salah satu diantara warga langsung menelpon polisi.
Mendapat laporan, anggota Polsekta Klojen langsung datang, untuk melakukan penyelidikan. Tidak ingin keliru, petugas juga meminta bantuan petugas Puskesmas yang ada di jalan tersebut melakukan pemeriksaan. “Menurut petugas dari Puskesmas tersebut korban dinyatakan meninggal, tidak ada denyut nadi ditemukan,’’ kata Kapolsek. Tubuh Joko oleh petugas langsung ditutup kain.
Tapi begitu, petugas kemudian kembali membuka kain, setelah ada warga yang mengatakan jika kain yang menutup Joko bergerak, terutama di bagian kepalanya. “Curiga, kami langsung melakukan pemeriksaan. Dan ternyata ditemukan denyut nadi,’’ tambah Kapolsek, yang mengatakan Joko bernafas kembali selang 10 menit dia dinyatakan meninggal. Saat itu juga Joko langsung dibawa ke RSSA Malang. Kondisinya yang lemah, oleh tim medis Joko diberi bantuan pernafasan menggunakan oksigen.
Tapi sayang, nyawa Joko tidak tertolong. Dia meninggal saat menjalani perawatan di RSSA Malang. “Dia sempat dirawat selama 45 menit di RSSA, kemudian meninggal dunia,’’ tandas Teguh.(ira/aim)