Emoh Bayar Karaoke, Aniaya Teman

MALANG - Agung Muhammad Mustofa, 32 tahun, warga Jalan BS Riadi Gg 13, Kota Malang harus berurusan dengan anggota reskrim Polsekta Klojen. Dia ditangkap petugas Rabu (9/12) malam lalu  dengan tuduhan melakukan penganiayaan terhadap Anto Krisnawan, 30 tahun, warga Jalan BS Riadi Gg VII, Kota Malang. Dari tangannya petugas juga mengamankan barang bukti sebilah pisau dapur.
“Tersangka melakukan penganiayaan dengan cara menyabetkan pisau, sehingga mengenai pipi kiri korban, dan mengakibatkan luka robek sepanjang lima centimeter,’’ kata Kapolsekta Klojen Kompol Teguh Priyo Wasono kepada Malang Post, kemarin.
Dijelaskannya, penganiayaan terjadi saat korban dan pelaku bersama empat teman lainnya berkaraoke di Diva Karaoke, Jalan Tangkuban Perahu. Disepakati seluruh biaya berkaraoke ditanggung bersama.
Tapi begitu, karaoke belum selesai, Agung pamit kepada teman-temannya, keluar dari room karaoke untuk mencari makan. Awalnya, teman-teman korban tidak mempermasalahkan. Apalagi saat itu Agung mengatakan keluar hanya sebentar.
Tapi hingga kegiatan karaoke selesai, Agung tidak kembali ke room. Hal inilah yang kemudian membuat Anto geram. Setelah seluruh biaya karaoke diselesaikan, Anto pun mencari Agung.
Anto melihat Agung sedang nongkrong di Jalan BS Riadi, yang seketika itu didatanginya. Cek cok mulut pun terjadi antara Anto dan Agung. Karena emosi, Anto sempat memukulkan helm yang dipakainya kepada Agung.
Agung tidak membalas. Dia memilih pulang, pulang dan mengambil pisau dapur di rumahnya. Dengan mengendarai motor, dia kembali mendatangi Anto di tempat keduanya cek cok. Agung yang emosi langsung menyabetkan pisaunya ke pipi korban.
Cresss, pisau tersebut mengenai pipi kiri korban. Darah pun mengucur sangat deras dari pipi Anto. Warga yang melihat kejadian inipun langsung membawa Anto ke RSSA Malang. Agung memilih kabur. Mengendarai motor di kabur ke rumah temannya di Jalan Sumpil Gg I.
Meski luka yang diderita Anto tidak parah, namun hal ini membuat Dwi Wulansari, 31 tahun, istri Anto tidak terima. Dia langsung mendatangi Polsekta Klojen untuk melaporkan peristiwa yang dialami suaminya.
“Berbekal dari laporan tersebut, kami kemudian melakukan penyelidikan dengan mendatangi TKP. Dari hasil olah TKP itulah kemudian kami mendapat informasi jika tersangka berada di Jalan Sumpil Gg I,’’ kata Kapolsekta. Petugas pun langsung menangkapnya.
Saat ditangkap, Agung sama sekali tidak melakukan perlawanan. Dia langsung menyerah saat petugas membawanya untuk dilakukan penyidikan. Dia juga mengaku, jika pisau yang digunakan melukai korban dibuang di dekat pos kamling pasar Oro-oro Dowo.
Bukan itu saja, kepada petugas Agung mengaku dirinya melakukan penganiayaan lantaran jengkel, apalagi saat itu Anto juga memukulnya lebih dulu. Tapi begitu, Agung enggan melaporkan balik temannya tersebut. Alasannya, dia tidak ingin memperpanjang perkara ini.
“tersangka kami kenakan pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Saat ini tersangka kami titipkan di rutan Polres Malang Kota,’’ tandas perwira dirimu dengan satu melati di pundak ini.(ira/aim)