Fidelis Honto Dipukul, Ditendang dan Diinjak-Injak


MALANG – Dua tersangka pengeroyokan yang menewaskan Fidelis Honto, 20 tahun, kemarin, direkonstruksi. Kedua pelaku, Salfatoris M Pale alias Risto, 21 tahun, dan Ferdinandus Ndau alias Nando, 20 tahun keduanya berasal dari Kabupaten Manggarai Timur, Kepulauan Flores, terlihat bringas saat menghajar Fidelis sampai tewas.
Rekonstruksi digelar di dua tempat di depan SPBU Brantas dan depan Rawon Tessy Jalan Trunojoyo. Meskipun masih banyak pelaku lain yang belum ditangkap, rekonstruksi tetap berjalan. Adegan para pelaku yang belum ditangkap, diperankan petugas dari Polres Malang Kota. Dalam rekonstrukti tersebut, Fidelis yang awalnya lari,  berhasil ditangkap para pelaku. Selanjutnya, para pelaku termasuk Risto dan Nando melakukan pemukulan. Fidelis sempat berdiri, dia kembali lari menghindari pukulan para pelaku. Tepat di seberang Rawon Tessy, Fidelis kembali dapat ditangkap. Beberapa pelaku kembali memukul dan menghajar korban hingga korban terjatuh. Di saat  korban terjatuh, para pelaku ini tidak berhenti memukul. Sebaliknya mereka semakin bringas. Tubuh Fidelis diinjak-injak, hingga akhirnya ada polisi datang melerai, dan mengeluarkan tembakan dua kali di udara.
“Rekonstruksi ini dilakukan untuk melengkapi berkas penyidikan,’’ kata Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Hariyanto Rantesalu.
Perwira dengan tiga balok di pundak ini mengatakan, seluruh adegan yang diperankan oleh masing-masing tersangka ini sesuai dengan keterangan yang diberikan pada penyidik.
“Tidak ada yang berbeda. Keterangan yang diberikan sama dengan adegan yang diperankan tadi,’’ tambah Hariyanto.
Mantan Kasatreskrim Polres Jombang ini juga mengatakan, dengan reksontruksi ini, maka penyidikan kasus ini hampir selesai.  Selanjutnya, pihaknya akan melimpahkan berkas tersebut ke Kejaksaan.  Kendati begitu, pihaknya tetap berusaha melakukan pengejaran terhadap para pelaku lainnya. “Pelaku lainnya ada lima orang yang saat ini masih kami lakukan pengejaran,’’ tandasnya.
Saat rekonstruksi Jalan Trunojoyo sempat macet, lantaran pengendara kendaraan memilih untuk memelankan laju kendaraannya untuk melihat rekonstruksi.  Di dua tempat, hanya berlangsung tidak lebih dari 15 menit.
Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya Fidelis Honto (20 tahun) Mahasiswa Fakultas Ilmu Eksakta dan Keolahragaan, IKIP Budi Utomo (IBU), tewas setelah dikeroyok 20 orang di Jalan Trunojoyo, seberang Rawon Tessy Sabtu (14/11) lalu. Dua pelaku pengeroyokan berhasil diamankan yakni Rista, 20 tahun, dan Nando, 19 tahun, keduanya berstatus sebagai mahasiswa IKIP Budi Utomo dan berasal dari Kabupaten Manggarai Timur, Kepulauan Flores.(ira/aim)