Anggota DPRD Terlibat Kecelakaan Beruntun

MALANG – Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Sukarno Hatta (monumen pesawat) kemarin pagi. Akibatnya dua orang terluka dalam kecelakaan tersebut, yakni Bambang Supriyadi, 46 tahun, dan Amrita, 12 tahun, keduanya warga Perum Embong Anyar, Dusun Jetis, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Salah satu yang terlibat dalam kecelakaan itu adalah anggota DPRD Kota Malang Imam Ghozali.
Korban Supriyadi dan Amrita mengalami luka di kepala, tangan serta kaki, dan langsung dibawa ke RS Panti Nirmala.
“Korban luka merupakan pengendara motor Honda Supra X nopol N 5755 CR. Saat ini masih menjalani perawatan di RS Panti Nirmala,’’ terang Kanit Laka Polres Malang Kota Ipda Budi Yoenaedi.
Diperoleh informasi, kecelakaan beruntun ini melibatkan Nissan March N 1918 BB dan Toyota Yaris N 1107 BB serta beberapa motor. Beberapa pengendara motor memilih langsung pergi, setelah kecelakaan terjadi. Hanya Bambang dan Amrita sendiri yang tinggal. Itu karena bapak dan anak ini mengalami luka, sehingga harus dibawa ke RS.
“Motornya ada sekitar empat. Tapi mereka langsung pergi, setelah kecelakaan,’’ kata Irma, salah satu warga.
Irma menjelaskan, kecelakaan ini terjadi pukul 06.30. Awalnya mobil Nissan March dikemudikan oleh Agus Adi Pramono, 43 tahun, warga Jalan Trowulan, Malang melaju dari arah Selatan ke Utara dengan kecepatan sedang. Entah apa yang dipikirkan Agus, yang jelas saat itu laju mobil tiba-tiba hilang kendali dan oleng.
Karena oleng, Agus pun tidak bisa menguasai kemudinya, sehingga menabrak mobil Toyota Yaris yang dikemudikan oleh Imam Ghozali, 54 tahun, warga Perum Griya Shanta Blok L. Benturan yang sangat keras membuat Imam Ghozali kaget. Pria yang merupakan anggota DPRD Kota Malang ini pun membanting  setir ke kiri. Akibatnya, dia juga menabrak beberapa motor.
Sementara mobil Nissan March, meskipun telah menabrak bagian belakang mobil Toyota Yaris tidak langsung berhenti. Sebaliknya, mobil terus melaju dan kemudian menabrak sebuah motor Honda Supra X, yang dikendarai Bambang dan berboncengan dengan Amrita.
“Setelah menabrak bagian belakang mobil saya, mobil Nissan March terus melaju, kemudian menabrak bagian belakang motor yang dikendarai korban,’’ kata Imam. Kedua korban pun terpental cukup jauh.
Tidak hanya Agus yang seketika keluar dari mobil, Imam pun demikian. Pria yang pagi itu berencana mengikuti Bimbingan Teknis Kedewanan yang diadakan ke Prigen, Pasuruan ini kemudian memilih turun dari mobil, dan membawa dua korban ini ke RS Panti Nirmala.  
“Bukan mobil saya yang menabrak motor Supra X. Tapi mobil yang Nissan March yang menabrak mobil saya,’’ katanya.
Tapi begitu, Imam juga tidak mengelak, jika rusaknya bagian depan sebelah kiri mobilnya rusak akibat menyeruduk motor. Tapi begitu, pengendara motor yang sempat terjatuh tersebut memilih pergi meninggalkan TKP sebelum polisi datang.
“Kalau jenis motornya apa, saya tadi tidak memperhatikan, karena saya fokus pada korban, dan bersama pengemudi Nissan yang menabrak saya langsung membawa korban ke RS Panti Nirmala,’’ tambah politisi Hanura ini.
Imam sendiri mengaku tidak mengalami luka sama sekali. Dia hanya mengaku sangat shock dengan kejadian ini. Terlebih, kecelakaan itu terjadi 500 meter dari rumahnya. “Jelas kaget. Tapi sudahlah namanya juga musibah. Yang jelas saya bersyukur karena kecelakaan ini tidak ada korban jiwa,’’ tandasnya.
Lalu apa yang menjadi penyebab kecelakaan? Petugas sampai saat ini melakukan penyelidikan. Tapi dari informasi warga, korban mendadak kehilangan kendali laju mobilnya karena penyakit darah tingginya kambuh. Menurut keterangan Agus, dia mengaku tiba-tiba blank, saat mobil melaju dengan kecepatan sedang.
“Tiba-tiba blank, dan baru sadar setelah menabrak,’’ kata Agus.
Agus sendiri mengaku bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Dia sendiri kemarin mengalami luka memar dibagian dadanya akibat safety belt yang sangat rapat, dan dirawat di RS Panti Nirma.
Sementara anggota unit Laka Polres Malang Kota langsung datang ke TKP, sesaat setelah mendapatkan laporan. Mereka pun langsung melakukan penyelidikan. Tidak sekadar meminta keterangan para saksi, petugas juga mengamankan tiga kendaraan yakni dua mobil dan satu motor untuk dibawa ke kantor unit laka Jalan Dr Cipto.
“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dengan datang ke TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Untuk pengendara yang terlibat kecelakaan belum dimintai keterangan, karena kondisinya masih menjalani perawatan,’’ tandas Budi Yoenaedi.(ira/ary)