Pejudi Online Turen Dibekuk

MALANG - Unit Reskrim Polsek Turen, Sabtu (12/12) sore lalu meringkus dua orang bandar judi online. Keduanya Imam Arifin, 26 tahun dan Khainul Mufrodin, 22 tahun, warga Jalan Kauman, Dusun Bokor, Desa Pagedangan, Kecamatan Turen. Mereka dibekuk bersamaan di sebuah warung kopi di Jalan Mayor Damar, Desa Pagedangan, Turen.
Ketika diamankan, keduanya sama-sama sedang sibuk melayani penomboknya. Dari tangan mereka, polisi mengamankan barang bukti berupa dua buah HP merek Samsung, selembar kertas berisi nomor judi, sebuah spidol warna hitam, dua buah buku tabungan Bank Mandiri serta uang sebesar Rp 56.000.
"Barang bukti tersebut, kami amankan dari dua tangan tersangka. Mereka sama-sama membuka praktik judi online, dengan penombok yang berbeda. Hanya lokasi penangkapannya saja yang memang bersamaan," ujar Kanitreskrim Polsek Turen, Ipda Purnomo.
Menurut Purnomo, sebelum membuka praktik judi online, kedua tersangka terlebih dahulu membuka rekening di Bank Mandiri. Setelah memiliki rekening, keduanya lalu memaksukkan saldo ke dalam situs Lion Toto, untuk memulai aktifitas judi online.
Baru kemudian mereka menerima tombokan dari para penombok. Nomor tombokan dari penombok, kemudian dimasukkan ke dalam situs judi online. Begitu nomor tombokan keluar, uang kemenangan akan langsung ditransfer ke dalam rekening para tersangka.
"Pengakuan mereka, bisnis haram judi online tersebut baru digelutinya sejak sekitar sebulan lalu. Namun kami tidak percaya, karena dari keterangan warga mereka sudah lebih dua bulan," terangnya.
Sementara itu, penangkapan kedua pelaku judi online ini, berawal dari informasi masyarakat. Warga melaporkan kalau kedua tersangka memiliki bisnis haram judi online. Berangkat dari informasi tersebut, polisi lalu melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap keduanya.
"Mereka berdua ini, kami jerat dengan pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara," tuturnya.(agp/feb)