Diduga Stres, Tabrakan Diri ke Bus Restu

MALANG – Seorang pria tanpa identitas kemarin tewas mengenaskan, di Jalan A Yani Utara, Kota Malang akibat ditabrak bus Restu N 7757 UG, yang melaju dari arah Surabaya-Malang. Peristiwa kecelakaan ini kemarin langsung ditangani anggota unit Lakalantas Polres Malang Kota. Jenazah pria yang diperkirakan berusia 20 tahun ini langsung dievakuasi ke kamar jenazah RSSA Malang.
“Kendaraan bus yang terlibat kecelakaan kami amankan sebagai barang bukti, sementara sopir, kernet dan konduktur bus sedang kami mintai keterangan,’’ terang Kanitlaka Polres Malang Kota Ipda Budi Yoenaedi kepada Malang Post, kemarin.
Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Awalnya, bus Restu yang dikemudikan Karyanto, 44 tahun, warga Pranggang, Plosokklaten, Kediri,  membawa 35 penumpang melaju dari arah utara ke selatan (Surabaya-Malang). Laju bus cukup kencang saat itu, karena selain lengang, kondisi jalan sedikit menanjak.
Apes, saat bus melaju kencang secara tiba-tiba muncul korban. Dia melompat dari pembatas jalan, dan berhenti di tengah jalan.
“Korban ini dari barat, tiba-tiba melompat dari pembatas jalan, dan berhenti di tengah,’’ kata Sukaryono, 45 tahun, warga Wonosobo, Jawa Tengah kernet bus.
Kemunculan korban secara tiba-tiba sontak membuat kaget, pengemudi serta para penumpang bus. Namun yang membuat pengemudi bus heran, saat itu korban langsung menghadap ke arah bus, sambil membungkukkan badan dan mengarahkan kepalanya ke bus yang melaju.
“Posisinya itu seperti menantang untuk mengadu kepalanya dengan bus,’’ kata Sukaryono.
Jarak bus dengan korban saat itu kata Sukaryono sangat dekat yaitu sekitar lima meter. Sehingga, Karyanto pengemudi bus pun tidak sempat mengerem.
Brakkkk…kecelakaan pun tidak bisa dihindari. Bodi depan kiri bus langsung menghantam kepala korban. Imbasnya, tubuh korban pun terlempar ke kiri. Korban pun tewas di tempat kejadian.
Karyanto yang shok dengan peristiwa tersebut seketika menginjak rem, dan menghentikan laju kendaraannya. Para penumpang yang ada di dalam bus pun memilih turun, dan melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan ke terminal Arjosasi. “Kami kaget, dan shok. Tidak menyangka sama sekali,’’ kata Sukaryono.
Sementara itu, ada dugaan jika korban sengaja menabrakkan diri ke bus. Selain posisi korban yang  terlihat menantang laju bus, beberapa warga juga mengatakan jika korban berulah sejak pagi. Misnan salah satu saksi menyebutkan, pukul 04.30 melihat korban ngamuk-ngamuk. Setiap orang yang berpapasan dengannya tidak luput dari amukannya. Bahkan, dia juga sempat menghentikan laju truk tangki yang melintas di tersebut.
“Tadi korban juga sempat melempari mobil dan truk yang melintas di jalan ini,’’ kata Misnan.
Kegiatan korban tersebut sempat terhenti, setelah ada warga yang tahu, dan menenangkannya. Tapi entah kenapa, tiba-tiba korban kembali muncul. Ada dugaan korban stress. “Kalau katanya warga dia merupakan mahasiswa Stikes Kendedes, dia indekos di Jalan Teluk Grajakan,’’ tandas Misnan.(ira/aim)