Gama dan Anin Tak Kesepian di Tahanan

MALANG – Sidang perkara penculikan berbuntut perkosaan dengan terdakwa Gama Mulya, 24 tahun, warga Perum Asrikaton, Pakis kembali digelar. Senin (14/12) kemarin, sidang lanjutan dengan agenda tanggapan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) digelar di Pengadilan Negeri Malang. Seperti dua sidang sebelumnya, sidang yang digelar di ruang Kartika, Pengadilan Negeri (PN) Malang ini berlangsung tertutup.
“Agenda sidang dengan perkara nomor 648/Pid.B/2015/PN MLG, dengan terdakwa Gama Mulya, adalah tanggapan dari JPU terkait dengan Eksepsi yang kami ajukan Senin pekan lalu,’’ kata penasihat hukum Gama Mulya,  Hartato Pakpahan.
Tanggapan tersebut kemarin dibacakan langsung oleh Suwarni Warhab SH. Dari informasi yang diperoleh JPU, JPU menolak Eksepsi Gama. Itu karena empat permintaan yang diajukan dalam eksepsi tersebut masuk dalam materi dakwaan. Namun begitu, penolakan tersebut tidak dikatakan kemarin. Tapi putusan penolakan ini akan dibacakan pada sidang Gama minggu depan.
“Tadi hanya tanggapan dari JPU saja, sedangkan putusannya minggu depan,’’ kata Hartato.
Hartato mengatakan dari empat eksepsi yang diajukan, hanya satu saja yang ditanggapi oleh JPU. Sedangkan empat tuntutan lainnya tidak.
Tidak hanya Gama, terdakwa lainnya, SAN, 20 tahun, warga Junrejo, Kota Batu kemarin juga mengikuti sidang lanjutan di PN Malang. Sidang Anin digelar setelah Gama Mulya, dan berlangsung tertutup. Seperti mantan kekasihnya itu, kemarin Anin juga didampingi oleh penasihat hukum, yakni yaitu Anjar Nawan Yusky SH dan Nico Sesar SH.
“Hari ini agendanya mendengarkan tanggapan dari JPU. Minggu depan putusan, apakah perkara nomor 649/Pid.B/2015/PN MLG dengan terdakwa klien kami ini berlanjut atau tidak?,’’ kata Anjar.
Dia sendiri berharap, sidang ini tidak berlanjut. Alasannya jelas, karena banyak dakwaan yang dibacakan oleh JPU saat sidang pertama Senin (30/11) lalu  ditemukan banyak kesalahan pada syarat formil. “Nanti majelis hakim yang memutuskan. Ya ditunggu,’’ kata Anjar.
Sementara itu, dua terdakwa yakni Gama dan SAN cukup tertib saat mengikuti sidang. Di kursi pesakitan, kedua terdakwa ini mendengarkan seluruh tanggapan yang dibacakan oleh JPU. Bahkan, usai sidang, dua terdakwa ini langsung bersalaman dengan hakim.
Anin sendiri meskipun banyak mendapatkan tekanan dari Gama kemarin terlihat lebih sumringah. Bahkan, dia mengatakan sudah menerima kasus ini dengan tabah.
“Saya mengaku salah, dan saya sangat menyesal,’’ kata Anin.
Anin sendiri mengatakan jika selama ini dia mendekam di sel isolasi LP Wanita Sukun. Selama di tahanan, dia tidak pernah kesepian. Itu karena banyak kegiatan yang dilakukan di sana.
“Ada pelatihan-pelatihan membuat ketrampilan yang saya ikuti. Jadi saya tidak kesepian. Setiap hari ada kegiatan yang saya ikuti,’’ katanya.
Senada Gama pun demikian. Melalui penasihat hukumnya, kondisi Gama sudah sangat membaik.
“Secara fisik dan psikis Gama sudah sangat membaik,’’ kata Hartato kemarin.
Dia menyebutkan, jika saat ini Gama menjalani penahanan di LP Lowokwaru. Dan kondisi Gama saat ini berbanding terbalik dengan saat Gama kasus Gama masih ditangani kepolisian. Ya, karena saat itu kondisi Gama tertekan dan depresi.
“Sekarang klien kami ditahan di LP Lowokwaru,’’ tandas Hartato.(ira/ary)