Mr X itu Mahasiswa Stikes Asal Jember

MALANG – Identitas Mr X, pria nekat yang menyeruduk bus di Jalan A Yani Utara, Minggu kemarin, ternyata Muhammad Ari Wijaya, 25 tahun, mahasiswa Stikes Kendedes yang indekos di Jalan Teluk Cendrawasih, Kota Malang
Identitasnya diketahui, setelah ada keluarga korban yang mencari, yakni Maksum,  warga Jalan Tlogojoyo V, Kelurahan Tlogomas, Lowokwaru. Awalnya, Maksum yang merupakan paman korban, datang ke kantor unit Laka di Jalan dr Cipto. Kepada petugas Maksum menanyakan kebenaran kecelakaan tersebut.
“Menurut keterangan keluarganya, korban berasal dari Jember. Saat ini menempuh pendidikan di Stikes Kendedes,’’ kata Kanit Laka Polres Malang Kota, Ipda Budi Yoenaedi kepada Malang Post.
Maksum yang datang bersama kakak korban tidak yakin mayat yang tergeletak di aspal Minggu kemarin, adalah Ari. Itu karena wajah korban hancur dan tak bisa dikenali. Lantaran itulah, petugas dari unit laka lantas Polres Malang Kota menyarankan kepada Maksum untuk datang ke kamar jenazah RSSA Malang.
“Jenazah korban bisa dikenali dari beberapa ciri-ciri yang dimiliki,’’ kata Junaidi panggilan akrab Budi Yoenaedi.
Junaidi tidak menerangkan detail ciri-ciri korban. Tapi yang jelas, begitu yakin bahwa korban adalah Ari, Maksum pun langsung membawanya pulang, untuk kemudian dimakamkan di pemakaman umum, Jalan Tlogojoyo.
Sementara itu, terkait dengan kasus kecelakaannya, Junaidi mengatakan saat ini tim penyidik masih mendalami, dengan melakukan pemeriksaan terhadap para saksi. Termasuki pengemudi bus, yaitu Karyanto, 44 tahun, warga Pranggang, Plosokklaten, Kediri, hingga sore kemarin masih berstatus saksi.
“Proses hukumnya masih berlanjut. Kami masih meminta keterangan para saksi, termasuk pengemudi saat ini masih jika dalami. Tapi yang pasti dari sesuai dengan pasal 131,  UU no 22 tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan, bahwa
Menurut pasal 131 UU RI Nomor 22 Tahun 2009, pejalan Kaki berhak mendapatkan prioritas pada saat menyeberang jalan di tempat penyeberangan dan fasilitas pendukung berupa trotoar, tempat penyeberangan, dan fasilitas lain, pejalan kaki berhak menyeberang di tempat yang dipilih dengan memperhatikan keselamatan dirinya. Lantaran hanya sebagai saksi, Karyanto pun tidak ditahan.
Seperti yang diberitakan koran ini sebelumnya Seorang pria tanpa identitas Minggu (13/12) siang lalu tewas dengan kondisi sangat mengenaskan, di Jalan A Yani Utara, Kota Malang. Kepalanya hancur, akibat ditabrak bus Restu N 7757 UG, yang melaju dari arah Surabaya-Malang. Peristiwa kecelakaan ini kemarin langsung ditangani anggota unit Lakalantas Polres Malang Kota. Jenazah pria yang diperkirakan berusia 20 tahun ini langsung dievakuasi ke kamar jenazah RSSA Malang. (ira/aim)