ABG Jadi Otak Penjambretan


MALANG – Empat pelaku jambret yang kerap beraksi di Kota Malang berhasil digulung anggota Polres Malang Kota dan Polsekta Kedungkandang. Satu diantaranya masih berstatus pelajar. Adalah ANA, 14 tahun, warga Jalan Ki Ageng Gribik. Meski masih di bawah umur, ANA merupakan otak pelaku penjambretan.
ANA  ditangkap anggota  Reskrim Polsekta Kedungkandang, Jumat (11/12) malam lalu. Dia ditangkap di Jalan Ki Ageng Gribik II  bersama rekannya, Yudha Setiawan, 19 tahun, warga Jalan Lesanpuro, Kedungkandang, setelah menjambret dompet di Jalan Danau Kerinci.
“Empat pelaku ini terbagi menjadi dua komplotan, komplotan pertama yang anak-anak. Dia satu komplotan dengan  Hohok (Yudha Setiawan), yang ditangkap anggota reskrim Polres Kedungkandang. Sedangkan satu komplotan lainnya juga ada dua pelaku, yakni masing-masing Celeng (Sugianto) dan Cuplis (Sulistiyo), keduanya berhasil ditangkap anggota reskrim Polres Malang Kota,’’ terang Wakapolres Malang Kota Kompol Dewa Putu Eka Darmawan, saat merilis kasus jambret ini kemarin.
Dua kompoltan ini ditangkap petugas dalam waktu yang hampir bersamaan,. Pertama adalah ANA dan Yudha. Keduanya beraksi di Jalan Danau Kerinci. Awalnya, keduanya mengendarai motor Suzuki NEX N 5684 BX. Saat itu yang mengemudikan motor adalah Yudha, sedangkan ANA dibonceng.
Saat motor melaju di Jalan Danau Kerinci, ANA melihat korban, yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio. Korban mengendarai motor sendirian. Seketika itulah ANA memiliki ide untuk menjambret. “Tersangka kemudian menyuruh Hohok untuk mendekati motor korban, kemudian mengambil dompet yang diletakkan korban di dasbord motornya,’’ kata Dewa, yang mengatakan usai menjambret dua tersangka ini langsung kabur ke arah Kedungkandang. Sadar dompetnya diambil berusaha mengejar. Selain itu dia juga meneriaki dua pelaku ini jambret.
“Saat itu ada anggota patroli yang melihat, kemudian ikut melakukan pengejaran,’’ kata perwira dengan satu melati di pundak ini. Hasilnya, keduanya pun dapat ditangkap petugas dibantu masyarakat di Jalan Ki Ageng Gribik II.
“Saat ini masih terus didalami. Tapi yang jelas baik pelaku anak-anak maupun Hohok mengaku dua kali melakukan penjambretan,’’ kata Dewa.
Menurut salah satu sumber Malang Post, saat penangkapan Sabtu dini hari, petugas mengamankan delapan orang. Namun begitu, hanya Sugianto dan Sulistiyo yang terbukti menjambret. “Sugianto merupakan residivis, dia pernah ditangkap dalam kasus yang sama tahun 2005 lalu,’’ tambah Dewa.
Aksi jambret dilakukan keduanya di Jalan Terusan Sigura-gura Sabtu (12/12) dinihari lalu. Sulistyo dan Sugianto mengendarai motor Suzuki Satria nopol N 2307 AAI, dengan posisi Sugianto yang mengemudikan motor, sedangkan Sulistiyo yang dibonceng. Sugianto mendekati korban yang saat itu naik motor. Dan secara cepat, dia mengambil tas cangklong milik korban, selanjutnya kabur.
Korban melihat motor milik pelaku di depan café Koloni Tidar. Saat bersamaan juga melaju mobil Patroli dari Polsekta Sukun. Tidak ingin pelakunya lolos. Petugas Patroli pun langsung menyebarkan informasi melalui HT.
“Anggota datang, kemudian mengamankan mereka yang nongkrong yang dicurigai dua diantaranya adalah pelaku jambret,’’ kata Dewa. (ira/aim)