Peredaran Rokok Ilegal Masih Marak


MALANG – Manisnya bisnis rokok, menggoda sebagian orang untuk menyalahgunakannya. Salah satunya dengan memproduksi rokok dengan cukai palsu. Selama 2015, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai (KPPBC TMC) Malang telah mengungkap  24 kasus peredaran rokok tanpa disertai cukai.
Terakhir, kasus yang ditangani KPPBC TMC Malang dengan tersangka Yunanto alias YN, 40 tahun, warga Jedong, Wagir. Yunanto ditangkap petugas Rabu (2/12) lalu, di Jalan Raya Jedong.
Dari tangan Yunanto, petugas mengamankan barang bukti 839.298 batang rokok, masing-masing merek Surya 9 isi 20 sebanyak 15 karton, SKM Merek C@fee Twenty Stick isi 20 sebanyak 6480 bungkus, merek Luftman Classics isi 16 sebanyak 48 bungkus, merek S Super isi 16 sebanyak 5 bungkus rokok batangan sebanyak  468.850 batang.
“Semua rokok ini kami temukan di mobil dan di rumah tersangka YN,’’ kata Kepala Kantor Wilayah DJBC Jatim II, Decy Afdriansyah kepada Malang Post, kemarin.
 Dengan barang bukti yang ditemukan tersebut, Decy menyebutkan kerugian negara akibat peredaran rokok ilegal ini mencapai Rp 222.413.970. “ Tarif cukai terendah untuk BKC HT jenis SKM adalah 265 perbatang. Jika dikalikan dengan jumlah batang rokok yang ditemukan, maka kerugian negaranya mencapai Rp 222.413.970,’’ kata Decy saat merilis hasil ungkap peredaran rokok ilegal ini kemarin.
Decy yang kemarin didampingi oleh Kepala KPPBC TMC Malang Rudy Hery Kurniawan ini mengatakan, terungkapnya peredaran ratusan ribu rokok ilegal ini berawal dari penyelidikan. Awalnya, petugas dari KPPBC TMC Malang mendapat informasi ada peredaran rokok ilegal. Informasi itu kemudian ditindak lanjuti petugas dengan melakukan penyelidikan. “Informasi yang kami peroleh, rokok ilegal ini diangkut menggunakan mobil Daihatsu,’’ kata Rudy.
Rabu (2/12) lalu, petugas yang sudah mendapat informasi menghentikan laju mobil Daihatsu, yang saat itu dikemudikan oleh Yunanto. Dan saat digeledah petugas menemukan ratusan ribu rokok bantangan di mobil tersebut.
Petugas pun mengembangkan temuan ini di rumah Yunanto.Diketahui, ada delapan orang yang melakukan pengepakan. “Dari temuan ini kemudian semuanya kami bawa ke kantor KPPBC TMC Malang untuk proses lebih lanjut,’’ tambah Rudy.
Dari keterangan yang diberikan, Yunanto mengaku baru enam bulan menjalankan bisnis rokok illegal. Rokok ilegal sendiri diproduksi di wilayah Makasar, sedangkan dia dan anak buahnya hanya bertugas melakukan pengepakan, selanjutnya mengendarkannya ke luar Jawa.,
“Pengakuannya rokok tersebut tidak di produksi di Malang, tapi didapat dari luar jawa,’’ katanya.
Sekalipun tidak disebutkan hasil penjualan dari rokok ilegal ini, namun bisnis ilegal Yunanto membuat negara merugi. “Dia juga menempelkan pita cukai palsu untuk rokok ilegalnya,’’ tambah Rudy. Saat ini baik Yunanto maupun barang buktinya diamankan. “Tersangka kami tahan, tapi karena di kantor ini tidak ada ruang tahanan khusus, maka penahanannya kami titipkan ke LP Lowokwaru,’’ tandas Rudy.
Selain peredaran rokok ilegal, petugas dari KPPBC TMC Malang juga mengamankan barang-barang illegal. Barang-barang illegal ini diamankan dari berbagai tempat. Tapi paling banyak diamankan dari Kantor Pos Malang, diantarannya adalah suplemen, obat diet, air soft gun, biji-bian, dan sex toys. “Kami melakukan penyitaan, karena semua barang ini datang tanpa ada izin dari instansi terkait,’’ pungkasnya.(ira/aim)