Sidang Perlawanan Ditunda Tahun Depan

MALANG – Gugatan perlawanan yang diajukan Winarso, Jalan Anggrek Mawar II A/19 RT01 RW10, Kelurahan Rawabuntu, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang ke PN Malang mulai memasuki babak baru. Kemarin, gugatan dengan nomor 191/Pdt.Plw/2015/PN.MLG ini mulai disidangkan. Sidang perdana gugatan perlawanan tersebut, tidak dihadiri pelawan dan terlawan.

Baik itu Winarso sebagai pelawan, maupun Hendrawati Endah  Noveni selaku istri alm Lucky Acub Zaenal, beralamatkan di Jalan Lembah Tidar Kavling I RT05 RW10, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun sebagai terlawan I.
Satu-satunya pihak yang hadir dalam sidang yang dipimpin oleh Rina Indrajanti (hakim ketua), Agus Akhyudi (hakim anggota) dan R Yusniar Nugroho (hakim anggota) adalah Koperasi Serba Usaha (KSU) Mitra Rakyat. KSU Mitra Rakyat dalam kasus ini sebagai terlawan II. Pihak KSU sendiri kemarin diwakili oleh kuasa hukumnya hukumnya R Aristoteles Katjasungkana SH, 
Ketidak hadiran pelawan dan terlawan I dalam sidang perdana inipun membuat pihak majelis hakim langsung ketuk palu, yaitu menunda sidang tersebut hingga tiga minggu ke depan.
“Iya sidangnya ditunda, karena dua pihak yaitu pelawan atas nama Winarso dan terlawan atas nama Hendrawati Endah Noveni sebagai terlawan I tidak hadir,’’ kata Humas PN Malang Rightman MS Situmorang. Tidak diketahui jelas sebab ketidak hadiran keduanya. Dengan penundaan ini, sidang akan kembali digelar Rabu, 6 Januari 2016 mendatang.
“Kami akan melayangkan surat panggilan lagi kepada pihak pelawan ataupun terlawan, untuk menghadiri sidang,’’ tambah Rightman.
Menurut pria yang ditemui Malang Post di ruang kerjanya kemarin, bahwa PN Malang memiliki hak memanggil masing-masing yang berkaitan dengan surat gugatan ini tiga kali. Jika sampai tiga kali dipanggil tetap tidak datang, maka sidang akan dilanjutkan pada pembahasan pokok gugatan.
Sementara hadir mewakili KSU Mitra Rakyat R Aristoteles Katjasungkana SH, terlihat sangat tenang. Dia sama sekali tidak canggung sekalipun pihaknya dalam perkara ini sebagai terlawan II. “Lha ngapain takut. Justru yang takut ini pelawan, buktinya tidak datang,’’ kata Aris.
Dia juga mengatakan, bahwa gugatan yang diajukan oleh Winarso melalui kuasa hukumnya Slamet Suprijadi sangat tidak masuk akal. “Hubungannya dengan klien kami apa, kok klien kami ikut menjadi terlawan,’’ ucapnya dengan nada  bertanya.
Tapi begitu, Aris sendiri enggan berpolemik. Dalam perkara ini pihaknya tetap menunggu keputusan hakim.  Ditemui usai sidang kemarin, Aris pun kembali menceritakan ihwal gugatan perlawanan ini dilayangkan. Yakni dimulai dari peminjaman uang yang dilakukan Hendrawati Endah Noveni selaku istri dari almarhum Lucky Acub Zaenal kepada KSU Mitra Usaha.
Peminjaman uang dilakukan dua kali, yakni Rp 500 juta dan Rp 250 juta. Saat itu Novi begitu wanita ini akrab dipanggil menyerahkan sertifikat rumah kepada KSU sebagai jaminan.
“Kalau waktunya maaf saya lupa. Tapi yang jelas saat peminjaman uang dilakukan pelawan yaitu Winarso ikut hadir. Bahkan, dalam surat perjanjian utang dia juga ikut tandatangan,’’ kata Aris.
Setelah peminjaman uang pertama, selang beberapa bulan kemudian, Novi kembali datang ke KSU Mitra Rakyat untuk menambah nilai pinjaman. Saat itu KSU memberi tambahan pinjaman senilai Rp 250 juta. Lagi-lagi, Winarso juga ikut tanda tangan dalam surat perjanjian utang.
Aris melontarkan perkataan sangat pedas, bahwa setelah ini akan melelang rumah seluas 450 meter persegi yang ditempati Novi dan keluarganya tersebut senilai Rp 2 miliar. “Harga rumah sesuai dengan NJOP adalah Rp 3 miliar. Tapi nanti kami akan membuka harga lelang Rp 2 miliar,’’ tandas Aris.
Sementara itu Slamet Soeprijadi, selaku kuasa hukum Winarso memilih bungkam. Kemarin saat dihubungi Malang Post, dia enggan mengangkat teleponnya. Yang terdengar adalah suara nada sambung, tapi tidak diangkat.(ira/ary)