Mahasiswa Ibu Korban Pengeroyokan

TKP : Garis polisi masih terpasang di TKP pengeroyokan Jalan Simpang Natrium Kota Malang.

Pelaku Belum Tertangkap
MALANG – Apes dialami Devrianus, 21 tahun, pria yang mengontrak  di Jalan Simpang Natrium, Kota Malang. Rabu (16/12) malam lalu dia menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal.  Salah satu pelaku  diduga berasal Atambua juga membawa senjata tajam berupa pisau. Akibatnya, mahasiswa IKIP Budi Utomo (IBU)  ini mengalami luka robek di lengan dan kaki kanannya, dan langsung dibawa ke RSSA Malang.
Sementara para pelaku. usai melakukan pengeroyokan memilih kabur. Bahkan  hingga berita ini diturunkan, anggota Polres Malang Kota dan Polsekta Blimbing masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku.“Masih dilakukan pengejaran, pelaku belum tertangkap,’’ kata Kapolsekta Blimbing Kompol Budi Setiyono kepada Malang Post.
Pengeroyokan ini sendiri terjadi sekitar pukul 20.30. Malam itu Devrianus berada di rumah nonton televisi sambil santai. Saat sedang asyik nonton inilah, tiba-tiba datang pelaku. Mereka yang berjumlah lebih dari lima orang langsung menyerang korban. Beberapa diantarannya menyerang korban menggunakan tangan kosong, tapi juga ada yang bawa pisau.
Aksi pengeroyokan ini terjadi sangat singkat. Tapi begitu, meski tidak lebih dari lima menit, Devrianus mengalami luka parah. Lengan dan kaki kanannya mengalami luka robek menganga. Darah pun mengucur daras dari luka tersebut. Sehingga agar tidak terjadi apa-apa dengan korban, dia langsung dibawa ke RSSA oleh rekan satu kontrakannya.
Meskipun pengeroyokan ini terjadi di lingkungan padat penduduk, tapi faktanya tidak banyak warga yang mengetahui. Termasuk ketua RT 07RW10, Kelurahan Purwantoro Sunarto  langsung menggelengkan kepala saaat ditanya soal pengeroyokan tersebut. “Kami tidak tahu. Kami baru tahu pagi kemarin, saat polisi datang untuk melakukan olah TKP,’’ katanya.
Senada Etik Zulaikha  yang rumahnya bersebelahan dengan rumah kontrakan korban juga mengaku tidak tahu menahu akan peristiwa pengeroyokan tersebut. Dia hanya mengatakan, malam itu terdengar suara gaduh. Ada yang berteriak minta tolong juga. “Saya takut dan tidak berani keluar. Tapi yang jelas suaranya sangat gaduh,’’ katanya. Etik sendiri mengaku jika rumah yang menjadi TKP pengeroyokan tersebut adalah rumahnya yang disewa oleh Devrianus dan kawan-kawannya. (ira/nug)