Modus Menyewa,Mahasiswi Gelapkan Motor

Tersangka Maria Rosalita Pare alias Osin dan barang bukti motor Honda Beat N 5221 AAK  diamankan petugas

MALANG – Diduga melakukan penggelapan motor, mahasiswi IKIP Budi Utomo (IBU) harus mendekam di sel tahanan Polres Malang Kota. Adalalah Maria Rosalita Pare alias Osin, 24 tahun, indekos di Jalan Karya Timur I. Gadis asal Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur ini ditahan anggota reskrim Polsekta Klojen Rabu (16/12) lalu, setelah diserahkan Sugianto, 55 tahun, warga Jalan Bareng Kartini, Kelurahan Bareng, Kecamatan, Klojen, Kota Malang, pemilik motor.
Dari tangannya petugas juga mengamankan unit motor Honda Beat N 5221 AAK milik korban. “Ada dua motor milik korban yang digelapkan oleh tersangka. Yakni Honda Beat N 5221 AAK dan Suzuki Address N 3994  AAM. Tapi sementara ini yang berhasil kami amankan adalah motor Honda Beat sedangkan satu motor lainnya masih kami cari,’’ terangka Kapolsekta Klojen Kompol Teguh Priyo Wasono.
Dia menjelaskan, motor Honda Beat tersebut diamankan petugas dari tangan Dodik, warga Mulyorejo, Sukun. Sementara Dodik sendiri sampai dengan saat ini masih diperiksa petugas sebagai saksi.  Ditambahkan,  penggelapan motor dilakukan tersangka dengan modus menyewa. Awalnya, Rabu (7/10) lalu, tersangka datang ke rumah korban untuk menyewa motor. Tanpa rasa curiga Sugianto langsung menyerahkan motor Honda Beat, sesuai permintaan tersangka. selanjutnya, tersangka langsung pergi, membawa motor Honda Beat N 221 AAK, setelah membayar uang sewa dan biaya administrasi Rp 50 ribu.
Kemudian,  sehari setelah menyewa motor dia mendatangi Dodik, untuk menggadaikan motor yang disewanya senilai Rp 3 juta.  Sukses menggadaikan motor tersebut membuat Osin ketagihan. Terbukti, Minggu (15/11) lalu dia kembali datang ke rumah Sugianto. Saat itu dia menyerahkan uang Rp 700 ribu, untuk biaya motor Honda Beat yang disewanya. Tidak hanya itu, kepada Sugianto dia juga kembali menyewa satu unit motor. Karena tidak curiga, Sugianto pun menyerahkan motor Suzuki Address kepada tersangka. Seperti saat menyewa pertama, Osin langsung pergi begitu dia membayar Rp 80 ribu untuk biasa sewa dan administrasi.
“Motor disewa dengan biaya Rp 40 ribu per hari,’’ tambah Kapolsekta. Tapi begitu, dua jam berselang, Osin mendatangi rumah kenalannya di wilayah Tlogowaru, Kedungkandang. Kepada kenalannya itu dia menggadaikan motor Suzuki Address senilai Rp 4 juta.
Kasus penggelapan ini sendiri terkuak setelah Sugianto merasa resah, lantaran Osin tidak kunjung mengembalikan motor dan tidak membayar sewa. Dia kemudian menelpon Osin untuk menanyakan kondisi motor. Awalnya Osin sempat berjanji untuk segera mengembalikan motor. Tapi janji tersebut tidak ditepati, sehingga Sugianto meminta Osin datang ke rumahnya. Sugianto pun kian curiga, karena saat itu Osin tidak membawa motor yang disewanya. Dan setelah di desak, Osin mengaku jika dua motor yang disewanya telah digadaikan.
Mendengar pengakuan Osin, korban kaget. Dia pun langsung membawa Osin ke Polsekta Klojen, agar kasus ini diperoses hukum.Sementara itu, kepada petugas Osin mengaku dirinya terpaksa menggadaikan motor karena butuh uang untuk biaya kuliah, sekaligus untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Karena kami tidak memiliki ruang tahanan khusus wanita, makanya untuk sementara penahanan tersangka kami titipkan ke rumah tahanan Polres Malang Kota, katanya sembari mengatakan dalam kasus ini Osin dikenakan pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.(ira/nug)