Warga Sawojajar Gempar, temukan mayat bertato

MALANG  -  Sugianto, 40 tahun, warga JAlan Muharto Gg V, Kedungkandang, petang kemarin ditemukan tak bernyawa. Mayat pria dengan tato naga di dada kanan, dan tato tulisan Linglung di dada kiri ini ditemukan di kolong Jembatan Ranugrati, Sawojajar, dalam kondisi terlentang. Belum diketahui jelas sebab Sugianto meninggal. Namun beberapa saksi menyebutkan, pria yang kesehariannya sebagai pengamen ini meninggal karena sakit.
“Untuk sebabnya kami masih menunggu hasil visum. Yang jelas dari hasil olah TKP sementara kami tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan,’’ terang Kapolsekta Kedungkandang Kompol Putu Mataram yang  malam turun langsung untuk melakukan olah TKP.
Sementara itu penemuan mayat ini membuat jalan sepanjang Sawojajar macet total. Kendaraan yang melintas harus berjalan sangat pelan. Petugas Lalulintas Polsekta Kedungkandang diterjunkan untuk melakukan pengaturan.
Diperoleh informasi, kali pertama jenazah Sugianto ditemukan oleh Agus salah satu warga. Saat itu sekitar pukul 18.30, Agus berniat pulang  setelah mancing melihat Sugianto tidur terlentang. Awalnya Agus tidak curiga, dan menyapa korban.
Agus baru curiga, setelah dia mencium aroma tidak sedap saat melewati korban. “Saksi mencium aroma tidak sedap, dan saat itu langsung melihat kondisi korban,’’ kata salah satu petugas.
Agus langsung kaget karena saat itu melihat belatung keluar dari mulut korban. Sehingga dia pun langsung berteriak minta tolong. Warga sekitar yang mendengar teriakan Agus kemudian keluar, dan melapor ke Polsekta Kedungkandang.
“Begitu mendapat laporan kami langsung datang ke TKP, untuk melakukan penyelidikan. Selanjutnya bersama anggota RJT, jenazah korban kami evakuasi ke kamar jenazah RSSA Malang,’’ urai Kapolsek, yang mengatakan selain korban pihaknya juga mengamankan satu unit motor N 5554 AO milik korban.
Sementara itu Lurah Sawojajar BAyu Wijaya tadi malam juga turun ke TKP. Kepada wartawan, dia mengatakan Sugianto berada di kolong Jembatan Ranugrati sejak dua bulan terakhir. Sebelumnya dia sudah melaporkan keberadaan Sugianto kepada anggota Bimas maupun anggota Babinsa Kedungkandang. “Beberapa minggu lalu sempat didatangi oleh anggota Bimas, dan sempat tidak terlihat lama. Dan seminggu ini datang lagi,’’ kata Bayu.
Bayu juga mengatakan, biasanya Sugianto tidak sendirian. Tapi dia bersama dengan teman wanitanya. “TAdi ada kok teman wanitanya, mungkin sekarang di Polsek,’’ tandas Bayu.
Sementara Dwi Cahyono salah satu anak Sugianto menceritakan jika korban tidak pernah pulang ke rumahnya sejak 1994 lalu. “Ayah dan ibu saya bercerai sejak 1994 lalu, sejak saat itu ayah tidak pernah pulang,’’ katanya. Beberapa anak Sugianto kerap mencari dan meminta ayahnya pulang, tapi Sugianto selalu menolak. “Kalau pulang setahun dua kali, itupun di rumah hanya 1 sampai dua hari saja, kemudian pergi lagi,’’ tandas Dwi.(ira)