Abdullah Akui Bunuh Anak dan Istrinya

DIADILI: Abdullah Lutfianto, didampingi kuasa hukum ketika mendengarkan keterangan keempat saksi di PN Kepanjen.

MALANG – Ingat dengan Abdullah Lutfianto, pelaku pembunuhan sadis terhadap istri dan anaknya, yang menggemparkan warga Desa Argosari, Kecamatan Jabung, Selasa 4 Agustus lalu?. Kasus yang menjerat pria 54 tahun ini, sudah masuk ke persidangan. Senin kemarin, adalah sidang kedua dengan agenda pemeriksaan saksi.
Ada empat orang saksi yang dihadirkan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen kemarin. Yaitu Arifin, Kepala Desa Argosari, kemudian Agus, Wahyu serta Aziz tetangga terdakwa Abdullah. Mereka menjadi saksi, karena yang kali pertama mengetahui peristiwa tragis yang dialami ibu-anak tersebut.
Dihadapan Ketua Majelis Hakim, Darwanto SH, dengan dua hakim anggota Nuny Defiary SH dan Ratna Mutia Rinanti, SH, keempat saksi menerangkan bahwa pelaku pembunuhan murni dilakukan oleh Abdullah Lutfianto. Mereka memang tidak mengetahui secara langsung pembunuhan sadis tersebut. Tetapi keempat saksi meyakini bahwa pelaku pembunuhan adalah Abdullah.
Alasannya karena di dalam rumah ada tiga orang. Istri dan anak Abdullah ditemukan meninggal dunia. Sedangkan Abdullah, masih bernyawa meskipun saat ditemukan ia dalam kondisi terkapar di dalam kamar mandi, karena percobaan bunuh diri.
“Dari keterangan keempat saksi tersebut, Abdullah membenarkan. Tidak ada ada keterangan saksi yang dibantah. Semua keterangan saksi dibenarkan. Abdullah juga mengakui pembunuhan terhadap anak dan istrinya,“ terang Muhammad Amin, SH, kuasa hukum Abdullah Lutfianto.

Gaguk Safrudin, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengatakan kalau saksi yang seharusnya hadir dalam persidangan adalah lima orang. Namun salah satu saksi adalah anak korban dan terdakwa.  “Sehingga tidak ada keharusan anaknya untuk menjadi saksi,“ ujar Gaguk Safrudin.
Ia mengatakan, ada tiga JPU yang menangangi kasus pembunuhan Abdullah Lutfianto. Selain dirinya (Gaguk Safrudin, red), dua JPU lainnya adalah Sri Mulikah dan Sulisdiati. Usai pemeriksaan keempat saksi kemarin, sidang selanjutntya pada 5 Januari adalah pemeriksaan saksi ahli forensik.
Saksi ahli ini didatangkan oleh JPU, untuk mengetahui keterangan penyebab kematian ibu anak tersebut. Apakah kematiannya karena penganiayaan atau karena dibakar. Sementara itu, dalam dakwaan JPU, Abdullah didakwa dengan Pasal 44 ayat 3 Undang-undang nomor 23 tahun 2004 jonto pasal 65 ayat 1 KUHP. Yaitu telah melakukan perbuatan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga, yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia.
Sementara itu, Abdullah Lutfianto, terlihat sangat tenang. Raut wajahnya sama sekali tidak menunjukkan ekspresi kesedihan. Ketika diambil gambarnya, ia malah seperti orang berpose dengan menggelengkan kepala.(agp/aim)