Sidang Ditunda,Anin Lebih Tegar


MALANG – Tim majelis hakim memutuskan sidang kasus penculikan perkosaan dengan terdakwa Gama Mulya,  24 tahun, warga Perum Asrikaton Indah  B-1/12, Pakis dan Suci Anin Nastiti, 20 tahun,  warga Desa Beji RT04 RW05, Kecamatan Junrejo, Batu, dapat dilanjutkan. Putusan tersebut diucapkan oleh Lucas Prakoso, selaku hakim ketua saat sidang lanjutan kasus kasus penculikan dan perkosaan yang digelar di ruang sidang Kartika, Pengadilan Negeri (PN) Malang. kemarin.
Dengan begitu, sidang dengan nomor perkara 648/Pid.B/2015/PN MLG untuk Gama Mulya dan nomor perkara 649/Pid.B/2015/PN MLG untuk terdakwa Suci Anin Nastiti terus dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi.  “Sidang akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi Selasa 29 Desember 2015 (minggu depan),’’ kata Lucas saat memimpin sidang Gama Mulya kemarin.  Sementara sidang dengan terdakwa Suci Anin Nastiti, akan kembali digelar Rabu lusa 30 Desember 2015.
Bukan tanpa alasan tim majelis hakim memutuskan untuk melanjutkan sidang tersebut. Salah satu yang menjadi bahan pertimbangan adalah, jawaban dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang sebelumnya, yaitu eksepsi yang diajukan masing-masing terdakwa masuk dalam pokok perkara. “Surat dakwaan yang ditujukan kepada masing-masing terdakwa ini sudah sesuai dengan undang-undang. Dan keberatan yang disampaikan tersebut masuk dalam pokok atau materi perkara,’’ tambah Lucas.
Putusan tim majelis hakim ini membuat masing-masing penasihat hukum dua terdakwa ini kecewa. Tapi begitu, mereka juga tidak bisa berbuat banyak selain mengikuti putusan hakim untuk melanjutkan sidang perkara ini hingga pembuktian dan pemeriksaan para saksi.
Perlu diketahui sidang sebelumnya penasihat hukum masing-masing terdakwa mengajukan eksespsi. Penasihat hukum Gama Mulya yang diketuai Gunadi Handoko SH  menuliskan empat point eksespsi, diantarannya adalah dakwaan yang dibacakan oleh JPU tidak cermat dan sebagainya. Begitu juga penasihat hukum suci Anin Nastiti, menuliskan dua point keberatan atas dakwaan yang dibacakan oleh Suwarni Warhab SH.
Sementara itu, untuk kali pertama sidang kasus penculikan dan perkosaan dengan terdakwa Gama Mulya dan Suci Anin Nastiti ini digelar secara terbuka. Kemarin, di ruang Kartika PN Malang, seperti biasa Gama menjalani sidang pertama. Menggunakan pakaian putih dipadu dengan rompi warna orange dan celana hitam Gama terlihat serius mendengarkan putusan yang dibacakan hakim. Beberapa kali Gama juga menghela nafas, dan tertunduk.  Sekitar satu jam sidang digelar, dan Gama pun kemudian keluar. Tapi sebelumnya, Gama langsung memasang masker di wajahnya, tujuannya agar tidak terlihat wartawan.
Sebaliknya Anin lebih tegar. Kemarin menggunakan kemeja warna putih dan celana hitam Anin terlihat serius mendengarkan hakim membacakan berkas putusan sela. Sidang Anin lebih singkat dibandingkan dengan sidang Gama. Majelis hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 30 menit membacakan putusan tersebut. Selanjutnya, Anin pun langsung menyalami majelis hakim, dan JPU yang hadir serta penasihat hukumnya. Dia pun langsung kembali ke ruang tahanan di PN Malang dengan dikawal petugas.(ira/nug)