Sungai Sukun Meluap, Pencari Ikan Hanyut


SUKUN – Keheningan Warga Jalan Janti Utara, RT 07 RW 09, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, mendadak gempar, kemarin sore. Pasalnya, masyarakat dikejutkan dengan hanyutnya, Anggariawan Tegar Pragiwaksa, 23 tahun. Dia hanyut di Sungai Sukun, saat mencari ikan.
Hingga berita ini diturunkan, korban belum ditemukan. “Kami masih melakukan pencarian dengan melakukan penyisiran sepanjang aliran Sungai Sukun,” ujar Tim SAR, Agus Demit, kepada Malang Post, kemarin.
Dijelaskannya, pencarian difokuskan pada satu titik tempat korban terpeleset dan sepanjang aliran sungai 75 meter. Pencarian dilakukan sangat berhati-hati, lantaran dilakukan pada malam hari dan dikhawatirkan akan terjadi luapan aliran sungai.
“Ketika hujan, luapan air sungai sangat berbahaya. Sehingga, kami harus lebih berhati-hati lagi,” tuturnya.
Diterangkannya, peristiwa kecelakaan di sungai tersebut, terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, korban bersama empat orang lainnya yang merupakan tetangga, sore itu berniat mencari ikan dengan menggunakan jala. Empat orang itu antara lain, Sueb, 21 tahun, Bagas, 15 tahun, Didin, 17 tahun dan Suwadji, 47 tahun. Mereka biasa menjala ikan di tempat tersebut, pada sore hari.
“Menjelang maghrib, hujan turun dengan deras. Tiba-tiba, terjadi luapan air yang sangat deras,” terang Agus.
Luapan air itu, menerjang tubuh kelima orang tersebut. Empat orang berhasil menyelamatkan diri, yakni Bagas, Angga, Sueb dan Didin. Mereka berhasil berenang ke tepian. Namun, Angga tidak berhasil menyelamatkan diri.
Suwadji dan Didin berniat menyelamatkan Angga, lantaran tubuhnya masih kelihatan terseret arus. Ketika kembali ke sungai dengan berenang, sebenarnya Suwadji bisa memegang tubuh korban. Namun, derasan air yang cukup kuat, tidak bisa menahannya dengan lama. Takut terseret dan tenggelam, akhirnya Suwadji melepaskan tubuh Angga.
“Saat itu, saya mencoba menyelamatkan Bapak yang berusaha menyelamatkan Angga. Saya berenang, kemudian saya bawa tubuh ayah saya ke tepian,” ujar Didin.
Karena sempat tenggelam, tubuh Suwadji kemasukan air dan pingsan. Kemudian, dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
“Kami sudah biasa mencari ikan di sungai itu dan tidak terjadi apa-apa. Baru kali ini memang ada luapan air yang begitu besarnya,” terangnya.
Hingga berita ini di tulis, tim SAR masih fokus melakukan penyiridan dan pencarian. Sedangkan terakhir, Angga mengenakan kaos kuning dan memakai celana jeans saat mencari ikan.(big/ary)