Jasad Anggariawan Tersangkut Pohon Bambu


MALANG – Jasad Anggariawan Tegar Pragiwaksa, 23 tahun, akhirnya ditemukan kemarin. Pria yang hanyut di sungai Metro, Jalan Janti Utara RT07 RW09, Kelurahan Bandungrejosari Senin (21/12) sore lalu ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di Sungai Metro Jalan Satsui Tubun Gg I, Kota Malang, atau 3,3 kilometer dari TKP.
“Korban ditemukan di sebelah kiri sungai, di bawah pohon bambu dengan posisi tertelungkup,’’ kata Andi Agus Mardiko, anggota BPBD Kota Malang.
Pria yang akrab disapa dengan nama Agus Demit ini menguraikan, saat ditemukan pakaian korban masih melekat, baik kaos warna kuning ataupun celana pendek. Di beberapa bagian tubuh korban juga terdapat luka, dan mulutnya juga mengeluarkan darah. “Luka-luka tersebut diduga kuat akibat terbentur batu saat korban terbawa arus sungai yang deras,’’ tambah Agus. Dengan ditemukannya tubuh Anggariawan ini, peruses pencarian pun langsung dihentikan. Kemarin jenazah korban langsung dievakuasi menuju kamar jenazah RSSA Malang,
Agus menceritakan jika pagi kemarin pencarian terhadap korban dilakukan mulai pukul 07.00. Gabungan anggota tim SAR melakukan penyisiran di sepanjang sungai Metro. “Tadi pencarian tidak menggunakan perahu, tapi penyisiran di tepi sungai,’’ ucapnya. Dan setelah 3.5 kilometer, Adi Gunawan Sugincu salah satu anggota TRC melihat benda mencurigakan dibawa pohon bamboo. Selanjutnya anggota SAR pun langsung mengkroscek, ternyata benar yang ditemukan adalah tubuh Anggriawan.
“Posisi ditemukannya di bawah Ponpes Darul Ulum, RT03 RW09, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun. Jenazah langsung kami evakuasi, dan sesuai arahan dari Kapolsekta Sukun Kompol Sutantyo jenazah dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang,’’ tandas Agus.
Padahal, jika tidak ada rintangan awal Januari 2016 nanti Angga akan melamar kekasihnya Vita. Lamaran itu diketahui dari ayah Angga Sunarto Kimbun. “Sunarto Kimbun itu kakak saya, dia tadi mengatakan jika tidak ada rintangan mengajak saya untuk melamar Vita gadis pujaan Angga,’’ kata Yuli Sunarsih, 45 tahun, bibi Anggariawan. (ira/aim)