Preman Provokator Sweeping Plat L Ditangkap !


MALANG - Polres Malang tak butuh waktu lama menangkap pelaku pembacokan dua Aremania yang melakukan penggalangan dana di simpang tiga pasar lama Jalan Semeru Dampit. Selang beberapa jam setelah kejadian, polisi berhasil meringkus pelakunya dini hari kemarin. Adalah Muhammad Ibnu Soleh alias Benu, 20 tahun, warga Dusun Sumberayu, Desa Mentaraman, Dampit.
Benu dibekuk petugas saat bersembunyi di rumah temannya di Dusun Sumberarum, Desa Mentaraman, Dampit. Barang buktinya, petugas mengamankan sebilah bedok (pancor) yang digunakan membacok dua korban, serta kaos Aremania yang dipakai oleh tersangka.
"Tersangka kami tangkap di rumah temannya, setelah kami mendapat informasi keberadaanya. Ketika kami bekuk, ia tak memberikan perlawanan dan mengakui perbuatannya," terang Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro.
Sekadar diketahui, dua Aremania asal Kecamatan Dampit, yakni Budi Bagus, 30 tahun warga Desa Amadanom, dan Muhammad Bagus Setiawan, 17 tahun, warga Jalan Kereta Api, Kelurahan Dampit, menjadi korban penganiayaan oleh Benu. Keduanya dibacok saat aksi penggalangan dana untuk korban Aremania yang meninggal karena diserang Bonek di Sragen.
Budi Bagus mengalami luka bacok di pantat kiri, sedangkan M Bagus Setiawan luka bacok di punggung. Sebelum penganiayaan terjadi, kedua korban bersama sekitar 20 Aremania melakukan penggalangan dana mulai pukul 09.30. Sekitar pukul 14.45, Benu datang bersama tiga orang temannya dalam kondisi mabuk.
Benu kemudian mengajak korban dan Aremania lainnya, melakukan sweeping kendaraan mobil plat L. Tetapi karena Aremania sudah cinta damai, menolak ajakan tersebut. Mungkin karena tersinggung, Benu lalu pulang ke rumahnya.
Tersangka mengambil sebuah bedok (pancor). Bersama dengan temannya Pairi, tersangka lalu kembali mendatangi korban dan teman-temannya. Selanjutnya tanpa banyak bicara, Benu langsung menyerang dengan senjata yang dibawanya ke arah kedua korban. Usai melakukan penganiayaan, Benu langsung kabur.
"Saat mengamuk itu, ada petugas Polsek Dampit datang untuk mengamankannya. Namun Benu malah mau menyerang, sehingga petugas terpaksa melepaskan tembakan peringatan ke udara, hingga membuat tersangka kabur," ujar Adam.
Berdasarkan keterangan korban dan saksi-saksi, akhirnya petugas berhasil menangkap Benu di tempat persembunyiannya. Dalam pemeriksaan, Benu mengaku dirinya membacok dua Aremania itu karena dendam. "Saya nekat melakukan itu, karena sebelumnya dikeroyok saat mengajak sweeping mobil plat L," tutur Benu.
Akibat perbuatannya tersebut, Benu dijerat dengan pasal 170 KUHP jo pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. "Ancaman hukumannya 9 tahun kurungan penjara," sambung mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota ini.
Adam menambahkan, ia meminta supaya Aremania untuk tidak terpancing dengan provokasi orang yang tidak bertanggungjawab. "Kami sangat berterima kasih kepada Aremania, meski sedang berduka tetapi tetap bisa menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya. Kami salut terhadap Aremania, yang tidak terpancing dengan provokasi," paparnya.