Residivis Dibekuk Saat Incar Pengusaha Kayu

KEPANJEN - Andai Teguh Pradana tak dibekuk Selasa (22/12) malam lalu, bisa jadi dini hari kemarin terjadi perampokan senpi di wilayah Turen dan Wajak. Betapa tidak, pria asal Kecamatan Wonosari itu dibekuk Tim Buser Polres Malang saat merencanakan aksi perampokan di wilayah tersebut.
Teguh diringkus di sebuah warung kopi Desa Sanan, Kecamatan Turen. Saat itu, ia sudah membuntuti calon korbannya yang merupakan pengusaha kayu. Dari tangannya, polisi mengamankan sebuah senjata api (senpi) rakitan jenis revolver serta empat amunisi kaliber 9 milimeter.

"Ketika kami amankan,  tersangka sudah bersiap merencanakan perampokan. Ia sudah menggambar lokasi dan calon korbannya beberapa hari lalu. Tersangka juga mengakui rencana perampokan itu," ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro.
Dalam pemeriksaan, Teguh mengatakan senpi tersebut didapat dari seorang temannya. Termasuk empat buah amunisinya. Senpi rakitan itu diakui sudah pernah dicoba dengan ditembakkan ke udara.
Senpi rakitan yang dibawanya akan digunakan merampok pengusaha kayu yang baru mengambil uang. "Pengakuannya tersangka belum pernah merampok sama sekali. Tetapi kami tetap mengembangkan perkaranya. Termasuk asal usul senpi rakitan dan amunisinya dari mana," jelas Adam.
Mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota ini menambahkan, sesuai rekam jejaknya Teguh merupakan residivis. Ia dua kali keluar masuk penjara karena kasus pencurian mobil. Pertama pada tahun  2003 lalu dan kedua tahun 2012 bebas dari LP Lowokwaru pada 2014. Teguh juga mengaku kalau dirinya adalah pecatan TNI.
"Tersangka kami jerat dengan pasal 1 ayat 1 Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951, tentang kedapatan membawa senjata api tanpa izin dengan ancaman hukuman 20 tahun kurungan penjara," tegas Adam.(agp/van)