Dekat Mapolres, Gedung DPRD Kebobolan

BATU – Aparat keamanan di Kota Batu, sukses menjaga Pilkada, Selasa (2/10) kemarin. Tak ada tindakan anarkis, atau negatif lainnya. Seluruh kekuatan, benar-benar konsentrasi menjaga hajat lima tahunan itu.
Ternyata hal itu justru dimanfaatkan pelaku tindak kejahatan. Bahkan kali ini, penjahat itu seakan ingin melecehkan polisi. Bagaimana tidak, gedung wakil rakyat atau DPRD yang notabene berdampingan dengan Markas Polres Batu, dibobol pencuri. Brankas berisi uang Rp 44,8 juta, disikat habis.
Peristiwa itupun membuat gempar para legislatif maupun pegawai kesekretariatan DPRD Kota Batu di Desa/Kecamatan Junrejo itu. Diperkirakan, maling masuk ruangan Bagian Keuangan dan Bagian Umum, Senin (1/10) atau Selasa (2/10) malam lalu. Yakni saat konsentrasi polisi di pengamanan Pilkada.
Parahnya, kejadian itu baru diketahui staf DPRD dan polisi, Rabu (3/10) kemarin, setelah dua brankas ditemukan warga di kebun dan sebuah lorong bagian belakang kantor dewan itu.
Pihak DPRD menerima kabar dari polisi, yang lebih dulu menerima pengaduan dari warga sekitar. Awalnya, warga sempat mencurigai kotak besi itu adalah kemasan bom.
Sekretaris DPRD, Siswanto juga buru-buru datang ke kantor DPRD setelah mendapatkan informasi dari stafnya. Dia bersama petugas kepolisian, langsung melakukan sterilisasi lokasi-lokasi yang menjadi TKP pencurian dengan memasang police line.
Untuk kepentingan penyelidikan, polisi melarang semua staf masuk ruangan. Hal itu dilakukan agar kondisi TKP tidak rusak oleh jejak penghuni gedung dewan. Anjing pelacak K-9 dari Brimob Ampeldento, Pakis, Malang juga didatangkan.
Menurut Siswanto, uang Rp 44 juta lebih tersebut sebagaian gaji staf yang belum diambil, sebagian lagi uang koperasi. Uang itu dicairkan dari bank Senin (1/10) sebesar Rp 500 juta. Sebagian besar sudah dibagikan kepada staf dalam bentuk gaji bulanan. Sisanya dimasukkan brankas ruang Bagian Keuangan.
‘’Senin lalu memang ada beberapa staf yang belum mengambil gaji, sedangkan Selasa kantor tutup karena ada kegiatan coblosan Pilkada,’’ urai mantan Kasubag Mutasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkot Batu ini.
Dari hasil olah TKP polisi, pelaku diperkirakan lebih satu orang. Masuk ruangan Bagian Umum dan Keuangan lewat jendela belakang. Dari jejak bisa disimpulkan, dari ruangan itu pelaku mengambil satu brankas. Kemudian, brankas dibawa ke kebun utara gedung DPRD. Brankas tersebut sejak awal memang kosong, namun ada bekas dibuka paksa.
Kemudian dari jejak yang ada, pelaku kembali masuk ruang Bagian Keuangan. Ruangan di sisi selatan gedung itu, terdapat dua brankas. Satu brankas tak berisi uang karena kuncinya hilang,  sedangkan satu brankas lagi  berisi Rp 44,6 juta.
Brankas inilah, yang akhirnya ditemu di lorong bagian belakang kantor dewan. Amplop berisi nama-nama staf dewan, tercecer di dekat penemuan brankas itu.
Anjing K-9 yang didatangkan sekitar pukul 10, langsung mengendus-endus TKP. Pada bagian keuangan, anjing sempat mengendus dari posisi awal brangkas dibawa keluar ruangan melalui jendela hingga berhenti dekat pagar.
Begitu juga di ruang Bagian Keuangan, anjing keluar ruangan dan menuju ke belakang tempat penemuan brankas. Kemudian, si pelacak berkaki empat ini berhenti dekat pagar tempat penemuan brankas itu. Diperkirakan, pelaku keluar dengan melompat pagar setelah menguras isi brankas. (feb/lyo)