Dua Penadah Motor Dibekuk

NGAJUM– Dua penadah sepeda motor curian, kemarin menangkap petugas Unit Reskrim Polsek Ngajum. Yakni Sulkan, 51 tahun, warga Dusun Tumpangrejo, Desa Kebobang, Wonosari dan Waridi Harianto, 48 tahun, warga Dusun Bumirejo, Desa Kebobang, Wonosari. Sebagai barang buktinya, petugas mengamankan motor Yamaha Vega, N 4548 DJ milik Mustakim, 30 tahun, warga Dusun Petungroto, Desa Babatan, Ngajum. Sepeda motor tersebut, oleh korban dilaporkan hilang dicuri awal bulan Maret 2012 lalu. Sedangkan untuk pelaku utama yang diketahui bernama Hendrik, warga Dusun Petungroto, Desa Babatan, Ngajum berhasil kabur.
“Masih kami buru pelaku utamanya. Kabarnya, dia (Hendrik) kabur ke Kalimantan.” ungkap Kapolsek Ngajum, AKP Sri Sugeng Waskito. Polisi mengaku, barang bukti motor yang dicuri Hendrik disita dari tangan Waridi. Dijelaskan dia, pencurian itu dilakukan Hendrik, saat mendatangi rumah sahabatnya itu siang hari. Tujuannya untuk menjenguk korban yang dikabarkan sakit. “Keterangan dari para tersangka, saat melihat rumah korban dalam keadaan sepi, muncul niat Hendrik untuk mencuri sepeda motor itu,” terangn dia.
Dia mengambil kunci kontak yang tergeletak di atas meja, dan membawa kabur motor beserta STNK-nya yang ada di bawah jok. Begitu berhasil dibawa kabur, motor curian itu digadaikan kepada Sulkan. “Dia menggadaikan kepada saya sebesar Rp 3,5 juta. Alasannya dia butuh uang dan motor tersebut diakui milik kakaknya. Hendrik sendiri mengatakan akan mengambilnya dalam jangka waktu 15 hari. Karena saya kenal dengannya dan tidak curiga, akhirnya saya terima saja,” ujar Sulkan.
Namun sampai beberapa bulan ternyata motor tidak diambil. Mustakim yang bingung butuh uang, motor itu olehnya kemudian digadaikan kepada Waridi sebesar Rp 2,5 juta pada 4 September lalu. Saat menggadaikan, Sulkan mengatakan kalau BPKB masih digadaikan.
Tertangkapnya kedua penadah motor curian itu sendiri, bermula setelah Polsek Ngajum mendapat informasi dari Samsat Talangagung, Kepanjen tentang seseorang yang hendak memperpanjang pajak kendaraan tersebut. “Motor itu sudah dilaporkan hilang oleh pemiliknya. Kami lalu memblokir pengurusan suratnya. Ternyata oleh tersangka Sulkan, pajak motor itu malah hendak diperpanjang. Dia pun kami amankan, termasuk tersangka Waridi,” pungkas mantan Kapolsek Sumbermanjing Wetan itu. (agp/mar)