Sales Susu Gelapkan Rp 400 Juta

MALANG– Kasus penggelapan uang perusahaan oleh sales sudah tidak hanya sekali saja terjadi. Dan tidak sedikit pula, pelakunya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dari balik sel polisi. Kali ini, Supriadi, 44 tahun, mengikuti jejak para sales yang meringkuk di penjara.Pria yang tinggal di Jalan Terusan Batu Bara Malang ini ditahan di Mapolres Malang, Kamis (4/10)  karena menggelapkan uang dari tempatnya bekerja, PT Padma Tirta Wisesa hingga Rp 400 juta. Informasi yang dihimpun, semula kinerja sales perusahaan yang bergerak di bidang distributor susu Nestle ini dianggap cukup baik. Beberapa teman kerjanya yang menjenguk dia di sel, mengatakan nyaris tidak pernah ada masalah dengan tempat kerjanya.
“Dia sudah bekerja sejak empat tahun lalu,” kata salah seorang teman yang wanti-wanti dirahasiakan namanya. Namun, tahun kemarin, Supriadi mulai terbelit masalah keuangan. “Dia mulai memakai uang kantor,” tegas temannya itu. Kepada penyidik Satreskrim Polres Malang, tersangka Supriadi mengakui bila uang sebanyak itu digunakannya untuk kebutuhan sehari-hari, biaya sekolah anaknya, hingga operasi caesar istrinya. Menurut Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah, saking banyaknya utang, Supriadi membuat nota fiktif ke perusahaannya.  Caranya, barang yang dikirim ke toko-toko dengan pembayaran lunas, oleh bapak tiga anak tersebut dilaporkan ke perusahaan dengan nota kredit.  
Uang pembayaran tunai, digunakan untuk menutupi utang sebelumnya. “Yah boleh dikata gali lubang tutup lubang,” kata Decky, sapaan akrab perwira ini. Itu dilakukannya selama tiga tahun ini, hingga uang perusahaan yang digelapkannya sampai sekitar Rp 400 juta. “Tersangka dijerat dengan Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatannya,” tegas mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota ini. Perbuatan Supriadi mulai terbongkar ketika bagian keuangan PT Padma Tirta Wisesa melakukan audit. “Dalam laporan keuangan itu, terlihat kejanggalan antara barang yang dikirim dengan pembayaran dari toko,” tambah salah satu penyidik.
Menurut polisi, perusahaan itu lantas melakukan pengecekan ke beberapa toko yang mendapat kiriman barang dari tersangka. Dari situlah diketahui kalau hampir semua toko membayar tunai kepada Supriadi. Untuk memastikan, pihak perusahaan lantas menanyakan langsung kepada Supriadi. Begitu diakui, dan pihak perusahaan merasa tertipu dan dirugikan akhirnya melaporkannya ke Polres Malang. (agp/mar)